Sorong, TP – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Republik Indonesia, Maruarar Sirait melaksanakan kunjungan kerja (Kunker) ke Kota Sorong, Papua Barat Daya, Sabtu (25/4/2026).
Kedatangan Menteri PKP tersebut bertujuan untuk memastikan percepatan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) bedah rumah untuk meningkatkan kualitas Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Papua Barat Daya.
Khusus di wilayah Papua Barat Daya, pemerintah akan mengalokasikan sebanyak 3.107 unit tahun anggaran 2026.
Dari jumlah alokasi tersebut, terbagi atas alokasi wilayah pesisir sebanyak 2.000 unit, wilayah perkotaan sebanyak 607 unit dan wilayah pedesaan sebanyak 500 unit.
“Arahan dari Presiden Prabowo, pemerintah ingin melakukan perubahan yang mendasar di Papua melalui program bedah rumah ini,” ujar Sirait.
Ia menyebutkan, jika dibandingkan dengan tahun lalu, alokasi program BSPS mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Pada tahun 2025, alokasi hanya 40 unit, sedangkan tahun 2026 meningkat menjadi 3.107.
Pogram BSPS bedah itu rumah ditargetkan selesai tahun ini. Program BSPS ini diharapkan dapat menggerakkan roda perekonomian di daerah seperti ekosistem.
“Program ini pasti melibatkan banyak orang yang bekerja. Mereka yang bekerja pasti butuh makan lalu membeli makanan di warung makan. Selanjutnya, warung makan itu akan berbelanja ke pasar ujungnya ke petani dan nelayan,” terangnya.
Ia menambahkan, dengan ekosistem seperti itu ekonomi bergerak serta diharapkan dapat mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pak Presiden menggagas program ini dengan diharapkan bisa mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perputaran ekonomi yang terjadi saat pekerjaan berjalan,” pungkasnya. [CR24-R2]




















