Asisten III Setda Pimpin Ucapara Hardiknas 2026 di Manimeri
Bintuni, – Mewakili Bupati Teluk Bintuni, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Teluk Bintuni, Jacomina Jane M. Fimbay, S.Pd., M.M., memimpin langsung upacara bendera peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026. Kegiatan berlangsung khidmat di lapangan SMP Negeri 2 Manimeri, Distrik Manimeri, pada Sabtu (2/5/2026).
Upacara diikuti oleh berbagai elemen, mulai dari jajaran pejabat daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tenaga pendidik, hingga ribuan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Dr. Henry D. Kapuangan, S.Pd., S.IP., M.M., Plt. Kepala Dinas Perhubungan Tomi Tulak, S.T., anggota DPRK Teluk Bintuni, Plt. Sekwan DPRK Saiful Adha, Kasi Intelijen Kejari Teluk Bintuni Yocky Avianto Prasetyo, Kapolsek Bintuni AKP Yanyan A. Nugraha, S.H., Kepala Cabang BRI Bintuni Wijayanto Permana, Danpos AL Bintuni Letda Lutfi, serta para guru dan tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Jacomina menyampaikan permohonan maaf dari Bupati dan Wakil Bupati yang berhalangan hadir karena sedang melaksanakan tugas kedinasan yang tidak dapat ditinggalkan. Ia kemudian membacakan amanat resmi Menteri Pendidikan Nasional RI.
Menurutnya, peringatan Hardiknas bukan sekadar seremonial, namun menjadi momentum berharga untuk melakukan refleksi bersama, sekaligus meneguhkan kembali semangat membangun pendidikan nasional. Pendidikan disebut sebagai fondasi strategis untuk melahirkan generasi yang beriman, berakhlak mulia, cerdas, mandiri, dan memiliki rasa tanggung jawab tinggi.
“Kemajuan sebuah bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikannya. Oleh karena itu, perbaikan sistem pendidikan harus dimulai dari ruang kelas, sebagai tempat utama berlangsungnya proses pembelajaran,” tegasnya.
Ia juga memaparkan lima kebijakan strategis yang digulirkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk meningkatkan mutu pendidikan, yakni pembangunan dan revitalisasi sarana prasarana sekolah, digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, penguatan karakter serta kemampuan literasi dan numerasi siswa, serta pemerataan akses pendidikan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Tak hanya itu, keberhasilan mencetak generasi unggul juga sangat bergantung pada sinergi empat pilar utama pendidikan, yaitu sekolah, keluarga, masyarakat, dan media massa. Kolaborasi ini dinilai mampu menciptakan ekosistem belajar yang kondusif dan berkualitas.
Di akhir amanat, seluruh insan pendidikan diajak memperkuat komitmen dengan pola pikir maju, mental yang tangguh, dan tujuan yang jelas. Hal ini agar setiap kebijakan yang dijalankan tidak hanya bersifat formalitas, namun memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Selamat Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026. Mari kita perkuat kolaborasi dan kerja sama, demi mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua, menuju Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat,” pungkasnya.[ CR25-R2]




















