Manokwari, TP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari dan tim Pembina Posyandu bekerja sama memperkuat layanan kesehatan dasar dengan menambahkan 4 posyandu baru.
Keempat posyandu tersebar pada Distrik Manokwari Barat, yaitu: Posyandu El-Gibbor, di belakang Kantor Pengadilan Negeri (PN) Manokwari dan Posyandu Mambruk di Swapen Perkebunan serta Distrik Manokwari Selatan, yaitu: Posyandu Matoa di Kampung Rauw-Rauw dan Posyandu Tani di Arfai 2.
Keempat posyandu segera beroperasi usai diresmikan Bupati Manokwari, Hermus Indou, Wakil Bupati, Mugiyono, dan Ketua Tim Pembina Posyandu Manokwari, Ny. Febelina Indou yang dipusatkan di Posyandu El-Gibbor, Sabtu (2/5/2026).
“Pembangunan posyandu merupakan bagian dari komitmen pemda dalam meningkatkan pelayanan kesehatan dasar, khususnya ibu hamil, bayi, dan balita,” kata Febelina Indou.
Menurutnya, posyandu mempunyai peran strategis sebagai garda terdepan dalam upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan serta penyelenggaraannya juga mendukung pemenuhan 6 standar pelayanan minimum, mulai bidang kesehatan sampai sosial.
Dia menambahkan, fasilitas posyandu sudah dilengkapi dengan meja layanan, kursi, timbangan digital, sampai alat pemeriksaan kesehatan. “Setelah diresmikan, posyandu akan menjalankan fungsi transformasi layanan primer, tidak hanya penimbangan balita, juga pusat data kesehatan masyarakat,” katanya.
Sementara Bupati menegaskan, kehadiran 4 posyandu ini menjadi bagian dari Upaya meningkatkan pelayanan kesehatan yang merata dan berkualitas.
“Keberadaan posyandu menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam meningkatkan layanan kesehatan masyarakat dan Pembangunan posyandu merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, kader, dan masyarakat,” katanya.
Dirinya berharap setelah diresmikan, posyandu bisa berfungsi memberikan pelayanan kesehatan dasar yang dibutuhkan masyarakat, terutama untuk bayi, balita, ibu hamil dan menyusui.
“Sehingga posyandu yang dibangun tidak hanya sebatas gedung. Seluruh unit pelayanan kesehatan, mulai dari posyandu hingga rumah sakit bisa dioptimalkan agar tidak ada masalah kesehatan yang terabaikan,” kata Indou. [SDR-R1]




















