Polres Teluk Bintuni Lakukan Olah TKP
Bintuni, TP – Personel piket fungsi Kepolisian Resor Teluk Bintuni bersama jajaran Kepolisian Sektor Bintuni telah melakukan proses evakuasi serta pengolahan Tempat Kejadian Perkara (TKP) atas ditemukannya jenazah seorang laki-laki di pinggiran Kali Tumagar, Kilometer 4 Kampung Wesiri, Distrik Bintuni Barat. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu (10/5/2026).
Kepala Kepolisian Resor Teluk Bintuni AKBP Hari Sutanto, S.IK, melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal AKP Bobby Rahman, S.Tr.K., S.IK., membenarkan peristiwa tersebut. Korban diketahui berinisial U atau akrab disapa Pade Man, berprofesi sebagai petani dan berdomisili di lokasi tidak jauh dari tempat penemuan jenazah.
Berdasarkan keterangan saksi bernama Melvin Iba, sesungguhnya jenazah tersebut pertama kali terlihat pada Selasa (5/5/2026) sekitar pukul 02.00 WIT, saat saksi bersama sejumlah rekannya sedang melakukan aktivitas berburu di kawasan hutan sekitar lokasi. Namun, laporan resmi baru disampaikan oleh pihak keluarga kepada kepolisian tepat pada Sabtu malam (9/5/2026) di kantor Polsek Bintuni.
“Segera setelah laporan masuk, tim penyidik langsung bergerak melakukan pengecekan awal. Keesokan paginya, tim gabungan dipimpin langsung oleh Pengawas AKP Akbar Kubiari dan Ipda Samuel Wamea, beserta personel lintas fungsi turun ke lokasi untuk melakukan serangkaian tindakan kepolisian,” ungkap AKP Bobby Rahman.
Pengolahan lokasi kejadian berlangsung secara menyeluruh hingga pukul 13.00 WIT, dan memperoleh sejumlah temuan penting di lapangan, antara lain:
Kondisi Jenazah ditemukan dalam posisi tengkurap dengan sebagian tubuh terendam air. Saat ditemukan mengenakan kaos lengan pendek berwarna merah dan celana pendek bermotif hitam putih. Secara fisik, jenazah telah mengalami proses pembusukan secara menyeluruh.
Keadaan Pakaian tidak ditemukan adanya bagian yang robek atau rusak, sehingga sementara ini tidak mengindikasikan adanya tarikan kuat atau penggunaan benda tajam yang mengenai pakaian korban.
Kondisi lingkungan di sekitar lokasi tidak dijumpai adanya pohon yang tumbang maupun alat atau perlengkapan yang mengarah pada dugaan tindak bunuh diri. Temuan ini sekaligus menepis asumsi awal yang beredar di masyarakat mengenai kemungkinan korban tertimpa pohon besar maupun mengakhiri hidup sendiri.
Sementara itu, hasil pemeriksaan luar yang dilakukan tim medis Rumah Sakit Umum Daerah Teluk Bintuni memperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar 15 hari sebelum ditemukan. Mengingat kondisi tubuh yang sudah membusuk parah, dokter pemeriksa belum dapat memastikan secara terperinci ada atau tidaknya bekas kekerasan pada bagian tubuh korban.
Hingga saat ini, pihak penyidik belum dapat menarik kesimpulan akhir apakah peristiwa ini mengandung unsur tindak pidana atau bukan. Proses pengumpulan keterangan dan bukti pendukung masih terus digencarkan.
“Untuk mendapatkan kepastian penyebab kematian yang akurat, jenazah telah dibawa ke RSUD Teluk Bintuni guna menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut atau visum et repertum. Kami masih menunggu hasilnya sambil terus mendalami informasi dari berbagai pihak,” tegas Kasat Reskrim.
Seluruh rangkaian proses evakuasi hingga pengolahan lokasi kejadian dilaporkan berjalan aman, tertib, dan terkendali. {CR25-R2]




















