Jalan Poros Sowi Sempat Lumpuh, Dibuka Kembali Setelah Negosiasi
Manokwari, TP – Kekecewaan ratusan pencari kerja (pencaker) di Kabupaten Manokwari kembali meluap dan tak lagi terbendung. Mereka kembali turun ke jalan dan melakukan pemalangan, menyusul janji yang belum kunjung terealisasi terkait penambahan kuota penerimaan CPNS Formasi 2021.
Aksi protes yang berlangsung lebih besar dan masif terjadi pada Selasa (2/6/2026), di mana para demonstran tidak hanya memalangi akses di lingkungan Kantor Bupati Manokwari, kawasan Sowi Gunung, tetapi juga menutup total jalan poros utama Sowi, jalur penghubung menuju distrik Arfai dan pusat kota.
Dalam tuntutannya, para pencaker kembali menagih ucapan Bupati Manokwari, Hermus Indou, yang pada Mei 2025 lalu di Sasana Karya Kantor Bupati, berjanji akan memberikan tambahan kuota sebanyak 100 formasi bagi mereka yang telah mendaftar dan mengikuti seleksi CPNS tahun anggaran 2021.
Pantauan Tabura Pos di lokasi, pemalangan yang dilakukan berimbas langsung pada kelancaran lalu lintas. Akses jalan menuju Sowi maupun arah Arfai sempat lumpuh total dan dipadati antrean kendaraan panjang, menimbulkan kemacetan parah.
Melihat situasi semakin memanas, sejumlah pejabat tinggi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Manokwari turun langsung berupaya melakukan pendekatan dan negosiasi. Hadir dalam upaya tersebut antara lain Sekretaris Daerah (Sekda) Jan Ayomi, Kepala Dinas Perumahan Joni Toansiba, serta Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Edward Dowansiba.
Namun, upaya mediasi yang dilakukan para pejabat tersebut menemui jalan buntu. Para pencaker bersikeras menolak berunding jika Bupati Manokwari tidak hadir langsung di lokasi untuk menemui mereka.
“Kita sudah tidak mau mendengar janji-janji lagi. Kita ke sini mencari jalan keluar yang nyata. Bapak Bupati harus turun ke sini menemui kita dan memberi kepastian,” tegas salah satu perwakilan massa aksi di hadapan pejabat pemkab.
Ketiadaan Bupati di lokasi membuat situasi sempat berlangsung tegang. Tidak hanya pemkab, jajaran personel Polresta Manokwari juga dikerahkan untuk mengamankan lokasi dan berupaya melunakkan sikap para demonstran.

Hingga akhirnya, setelah perdebatan panjang dan pendekatan intensif aparat keamanan, para pencaker sepakat meloloskan kembali kendaraan yang melintas di jalan poros Sowi. Meski demikian, akses masuk menuju halaman dan lingkungan Kantor Bupati Manokwari tetap dipalang dan dijaga ketat oleh massa aksi.
Sebagai informasi, aksi protes ini merupakan kelanjutan dari demonstrasi serupa yang dilakukan sebulan lalu, tepatnya pada Mei 2026. Saat itu, mereka juga mempertanyakan nasib janji penambahan 100 kuota tersebut.
Para pencaker menilai, waktu satu tahun sudah terbuang sia-sia sejak janji itu disampaikan, namun hingga saat ini belum ada realisasi maupun kejelasan yang diberikan pemerintah daerah. Hingga berita ini diturunkan, arus lalu lintas di jalan poros Sowi sudah kembali normal dan bisa dilalui. [SDR-R2]




















