• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Rabu, Juni 3, 2026
  • Login
Tabura Pos - Akurat dan Cerdas
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA
No Result
View All Result
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA
No Result
View All Result
Tabura Pos - Akurat dan Cerdas
No Result
View All Result
Home News

Bambu Adat Dibuka Paksa, Pencaker Pecahkan Kaca Kantor Bupati Manokwari

AdminTabura by AdminTabura
02/06/2026
in News
0
Bambu Adat Dibuka Paksa, Pencaker Pecahkan Kaca Kantor Bupati Manokwari

Caption: Kaca beberapa ruangan di Kantor Bupati Manokwari yang dipecah pencaker saat aksi tuntut janji penambahan 100 kursi kuota CPNS Formasi 2021, Selasa (2/6/2026). Terlihat Kabag Ops, Kasat Reskrim Polresta Manokwari di kantor bupati memantau aksi damai pencaker, Selasa (2/6/2026). Foto: TP/SDR

0
SHARES
377
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Klaim Siap Ganti Rugi Asal Bupati Penuhi Janji Tambahan Kuota CPNS 2021

Manokwari, TP – Aksi demonstrasi para pencari kerja (pencaker) yang menuntut realisasi janji penambahan 100 kuota penerimaan CPNS Formasi Tahun 2021 di Kantor Bupati Manokwari, Sowi Gunung, berujung pada tindakan anarkis, Selasa (2/6/2026). Massa aksi yang semula berunjuk rasa damai, tiba-tiba tersulut emosi hingga melakukan pengrusakan terhadap sejumlah fasilitas perkantoran.

Pantauan Tabura Pos di lokasi, kerusakan cukup parah terjadi pada bagian belakang gedung kantor bupati. Sedikitnya lebih dari 32 lembar kaca jendela ruangan bagian luar dihancurkan menggunakan lemparan batu. Tak luput dari sasaran, ruang kerja Bupati Manokwari pun turut dilempari batu dari arah luar halaman.

Sebenarnya, di awal pelaksanaan, aksi berjalan cukup tertib dan damai. Para pencaker hanya melakukan pemalangan di jalan poros utama dan pintu gerbang kantor bupati menggunakan batang bambu adat, serta membakar ban bekas sebagai tanda protes.

Namun, emosi massa meledak ketika mengetahui bambu adat yang dipasang sebagai simbol pemalangan itu dibuka paksa oleh sekelompok orang tak dikenal. Tindakan tersebut dianggap merendahkan simbol adat dan aspirasi yang mereka perjuangkan.

“Kita berdemonstrasi hanya ingin menyampaikan aspirasi, tapi kenapa bambu yang kita pakai untuk memalang pintu ini dibuka siapa? Itu adalah bambu adat,” ungkap salah satu perwakilan massa dengan nada tinggi saat berdialog dengan sejumlah Anggota DPRK Manokwari yang hadir menengahi.

Di tengah kemarahan itu, para pencaker menyampaikan kesiapan mereka untuk mengganti seluruh kerusakan dan kaca yang telah dipecahkan. Namun, ada satu syarat mutlak yang diajukan: Bupati Manokwari, Hermus Indou, harus turun tangan langsung dan menjawab serta memenuhi tuntutan mereka terkait penambahan kuota CPNS tersebut.

Kabag Ops Polresta Manokwari, Kompol Wisnu Prasetyo, membenarkan adanya insiden pengrusakan tersebut. Menurutnya, awalnya pihak kepolisian telah berhasil bernegosiasi sehingga pemalangan di jalan protokol dibuka dan dapat dilalui. Namun, massa kemudian kembali memalang akses masuk menuju kantor bupati dan ketegangan tak terelakkan.

“Awalnya massa melakukan pemalangan di jalan protokol. Kita sudah bernegosiasi dan berhasil dibuka. Tapi kemudian mereka kembali melakukan pemalangan jalan menuju kantor bupati. Di sinilah massa tersulut emosi dan akhirnya melakukan pengrusakan kaca-kaca di gedung kantor bupati dengan cara dilempar batu. Inti tuntutan mereka adalah soal penambahan kuota penerimaan CPNS Formasi Tahun 2021,” jelas Kompol Wisnu kepada wartawan di lokasi.

Usai insiden pengrusakan, keamanan di lingkungan kantor bupati diperketat. Sejumlah personel Brimob Polda Papua Barat dikerahkan untuk mengamankan gedung pemerintahan tersebut. Sementara itu, massa pencaker masih bertahan berdataran di halaman kantor.

Tim Identifikasi TKP (Inafis) dari Polresta Manokwari juga telah turun ke lokasi untuk mendata dan menghitung secara rinci jumlah kerusakan serta nilai kerugian akibat peristiwa tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, upaya mediasi dan negosiasi terus dilakukan. Kapolsek Manokwari Kota, AKP Hanny J.O. Salamena, berupaya keras mendekati para demonstran agar mereka bersedia menyampaikan aspirasi secara tertib dan dapat bertemu langsung dengan Bupati Manokwari. [SDR-R2]

Previous Post

Kesekian Kalinya, Pencaker Manokwari Palang Jalan Tuntut Janji Tambahan Kuota CPNS 2021

Next Post

Kemajemukan Tinggi Jadi Modal Utama Pembangunan Papua Barat

Next Post
Kemajemukan Tinggi Jadi Modal Utama Pembangunan Papua Barat

Kemajemukan Tinggi Jadi Modal Utama Pembangunan Papua Barat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertorial

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

Advertorial

Browse by Category

  • ARTIKEL
  • BINTUNI
  • Blog
  • BUDAYA & PARIWISATA
  • DAERAH
  • DIKKES
  • EKBIS
  • HUKUM & KRIMINAL
  • INFO GRAFIK
  • KABAR PAPUA
  • KAIMANA
  • KESEHATAN
  • LINTAS NUSANTARA
  • LINTAS PAPUA
  • MANOKWARI
  • MANSEL
  • NASIONAL
  • News
  • PAPUA BARAT
  • PAPUA BARAT DAYA
  • PARLEMENTARIA
  • PEGAF
  • PENDIDIKAN
  • POLHUKRIM
  • Post
  • TELUK WONDAMA
  • Uncategorized
  • VIDEO

© 2022 TABURAPOS - Akurat dan Cerdas.

No Result
View All Result
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA

© 2022 TABURAPOS - Akurat dan Cerdas.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!