Ransiki, TP – Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel) kembali mendapat jatah kuota untuk Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (KemenDikdasmen) tahun ini. Sebanyak 10 siswa berprestasi berhak mengikuti program beasiswa pendidikan ke luar Papua, meski jumlahnya lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mansel, Agus Mandacan, S.Pd, MA, menjelaskan penurunan kuota ini terjadi karena banyak peserta yang dikirimkan tahun lalu tidak memenuhi standar atau bermasalah selama mengikuti pendidikan.
“Tahun ini kami hanya dapat 10 kuota. Jumlahnya berkurang karena peserta yang dikirim tahun lalu banyak yang bermasalah, sehingga berdampak pada alokasi jatah untuk Mansel,” ungkap Mandacan saat ditemui di kantornya, Rabu (3/6).
Program ADEM merupakan beasiswa pendidikan bagi lulusan SMP berprestasi dari daerah khusus, guna melanjutkan pendidikan SMA/SMK di luar Papua. Tujuannya membuka akses pendidikan lebih baik dan membentuk generasi muda berkualitas bagi kemajuan daerah.
Sepuluh kuota yang ada nantinya akan dibagi merata ke seluruh SMP di wilayah Mansel, dengan syarat utama: siswa berprestasi, berkelakuan baik, dan tidak memiliki catatan masalah. Penentuan peserta akan dibahas secara musyawarah bersama seluruh kepala sekolah SMP dalam rapat khusus.
“Kami utamakan anak-anak yang benar-benar berprestasi dan berkelakuan baik. Nanti kami rapat bersama kepala sekolah untuk menentukan siapa yang berhak berangkat,” tambahnya.
Selain ADEM, Mansel juga kembali mendapat alokasi untuk Program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Program ini ditujukan bagi lulusan SMA dari daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) untuk kuliah di perguruan tinggi unggulan.
Mandacan menyampaikan proses seleksi ADik sedang berjalan. Sejumlah pemuda daerah telah mendaftar dan sedang mengikuti tahapan seleksi, diharapkan banyak yang lolos dan mendapatkan beasiswa tersebut.
“Kesempatan ini sangat berharga. Meski anggaran daerah terbatas, dukungan pemerintah pusat tetap ada. Kami berharap anak-anak Mansel bisa memanfaatkannya sebaik mungkin, belajar dengan sungguh-sungguh, dan kelak pulang membangun daerah,” pungkasnya. [BOM-R2]




















