Manokwari, TP – Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Papua Barat melakukan pelantikan sejumlah pejabat dan kepala satuan kerja (satker) di wilayah kerjanya pada 2026.
Sebanyak 12 pejabat dilantik dan mengucapkan sumpah, dipimpin Wakil Ketua PTA Papua Barat, Dr. Moh Faishol Hasanuddin, SH, MH, di Mansinam Beach Hotel, Manokwari, Selasa (2/6/2026).
Para pejabat yang dilantik, yakni 9 hakim tinggi PTA Papua Barat, 1 panitera pengganti PTA Papua Barat, dan 2 ketua Pengadilan Agama, masing-masing Ketua PA Manokwari Kelas IA dan Ketua PA Fakfak Kelas II.
Ke-9 hakim tinggi yang dilantik, yaitu: Drs. Mahzumi, MH, Drs. Dindin Syarief Nurwahyudin, Drs. Syamsul Bahri, MH, Drs. Komsun, SH, M.H.E.S, Drs. Muhammad Iskandar Eko Putro, MH, Drs. H. Masnun, SH, Drs. Ihsan, MH, Drs. Syafrudin Mohamad, MH, Drs. Khotibul Umam dan Purnama Sari, S.Ag selaku panitera pengganti PTA Papua Barat.
Sementara Zaenal Ridwan Puarada, SHI, MH dilantik sebagai Ketua Pengadilan Agama Manokwari Kelas I A dan Musaddat Humaidy, SHI, MH dilantik sebagai Ketua Pengadilan Agama Fakfak Kelas II.
Wakil Ketua PTA Papua Barat, Dr. Moh Faishol Hasanuddin, SH, MH mengingatkan para pejabat baru yang dilantik agar menjaga kesehatan dan terus belajar di tempat kerja yang baru, di Papua Barat.
“Tadi sudah dilantik dan sudah sah menjadi hakim tinggi, begitu juga dengan Ketua Pengadilan Agama Manokwari dan Ketua Pengadilan Agama Fakfak,” pintanya.
Untuk para hakim tinggi, Faishol mengatakan, menjadi hakim tinggi merupakan puncak karir seorang hakim yang diperoleh dari mengikuti berbagai tahapan. Sejalan dengan itu, ada tanggung jawab dan amanah yang diemban.
“Di pundak bapak ibu mengemban amanah membangun peradilan yang agung. Ini menjadi sesuatu yang berharga untuk bertransformasi pengalaman dan transformasi pengetahuan,” jelasnya.
Lanjutnya, menjadi hakim tinggi di samping yang memutus perkara banding, juga bertugas sebagai pembina dan pengawas. Untuk itu, ia meminta para hakim tinggi dalam tugasnya sebagai pembina dan pengawas dapat melihat satker atau Pengadilan Agama yang ada di wilayah Papua Barat.
“Begitu dilantik untuk pembinaan dan pengawasan, bapak-ibu harus lihat yang namanya laporan hasil pengawasan supaya kita bisa tahu kelebihan dan kelemahan setiap Pengadilan Agama. Dilihat juga tindak lanjutnya dari hasil pengawasan. Semua itu menjadi bahan pembinaan dan pengawasan,” pesan Faisol.
Wakil PTA Papua Barat ini meminta para pejabat yang baru dilantik, mayoritas dari luar Manokwari, Papua Barat, bisa bertugas dengan baik, sehingga memberikan manfaat. [SDR-R1*]




















