Manokwari, TP – Ketua DPR Papua Barat, Orgenes Wonggor melontarkan kritik terhadap kebijakan 4 kabupaten yang tidak mengirim perwakilan siswa SMA dan SMK untuk mengikuti seleksi Paskibra tingkat provinsi dan nasional pada tahun ini.
Keempat kabupaten yang tidak mengirim perwakilan, yaitu: Kabupaten Kaimana, Pegunungan Arfak (Pegaf), Teluk Wondama dan Teluk Bintuni, dengan alasan kekurangan anggaran daerah.
Dikatakan Wonggor, diperlukan kroscek lagi ke 4 kabupaten itu, apakah mereka sudah mendapat pemberitahuan secara resmi atau belum, baik dari tingkat provinsi maupun nasional.
“Bagaimana pun harus ada perwakilan dari tingkat kabupaten untuk mengikuti seleksi calon Paskibra di tingkat provinsi, bahkan hingga tingkat nasional. Ini seharusnya wajib diikuti para pemuda-pemudi sebagai bentuk pembinaan karakter, patriotisme, dan nasionalisme kecintaan akan negara,” papar Wonggor kepada para wartawan di Kantor Gubernur Papua Barat, belum lama ini.
Menurut Ketua DPR, pemuda-pemudi adalah tulang punggung bangsa, maka penting sekali dilibatkan dan diberikan tanggung jawab serta amanah dalam menjalankan tugas pada saat hari kemerdekaan Republik Indonesia.
Dengan demikian, sambung Wonggor, masyarakat atau para pemuda-pemudi di Papua Barat ini mempunyai rasa cinta akan tanah air. Ditegaskannya, tidak ada alasan kekurangan anggaran.
Menurut Ketua DPR, negara ini merdeka, baru seluruh rakyat bisa merasakan dan menikmati kemerdekaan tersebut.
“Jadi, tidak ada alasan lagi. Kalau memang proses seleksinya sudah selesai, maka di tahun-tahun mendatang. Setiap pemkab wajib mengirimkan perwakilan SMA-SMK untuk mengikuti seleksi di tingkat provinsi maupun pusat nantinya,” ujar Wonggor.
Sesuai catatan Tabura Pos, 101 siswa SMA dan SMK se-Provinsi Papua Barat mengikuti seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) tingkat provinsi yang berlangsung di Ruang Terbuka Hijau, Borarsi, Kabupaten Manokwari pada 28-31 Mei 2026.
Dari 101 siswa dan siswi merupakan perwakilan dari 3 kabupaten, diantaranya 90 siswa dari Manokwari, 4 siswa dari Fakfak dan 7 siswa lagi dari Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel).
Sedangkan, 4 kabupaten lainnya yakni, Kabupaten Kaimana, Pegunungan Arfak (Pegaf), Teluk Bintuni dan Kabupaten Teluk Wondama tidak mengirimkan perwakilannya.
Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Papua Barat, Reinhard C. Maniagasi mengatakan, pada tahun ini tidak seperti tahun sebelumnya, dimana setiap kabupaten mengirim perwakilan, terkecuali Kabupaten Pegaf.
Dikatakan Maniagasi, ada beberapa kendala yang dihadapi di tingkat kabupaten, sehingga tidak semua mengirim perwakilannya, seperti waktu pelaksanaan ujian di tingkat sekolah yang tidak seragam di tingkat kabupaten juga kendala pembiayaan.
“Hari ini sebanyak 101 pelajar yang siap seleksi hingga menjadi 38 pelajar yang akan terpilih menjadi calon Paskibra dan tidak menutup kemungkinan hari ini ada penambahan peserta yang akan mengikuti seleksi ini,” kata Maniagasi. [FSM-R1]




















