Manokwari, TP – Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Papua Barat bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya menggelar kegiatan pembersihan jalan protokol di Kota Manokwari, Kamis (11/6/2026). Kegiatan ini digelar dalam rangka menyambut dan memeriahkan penyelenggaraan Pesparawi Nasional XIV tahun 2026.
Kepala BPKAD Papua Barat, Agus Nurodi, menyatakan seluruh pimpinan dan pegawai berpartisipasi aktif membersihkan bahu jalan. Untuk wilayah kerja BPKAD, pembersihan dilakukan mulai dari kawasan Hotel Valdos hingga Polsek Manokwari Kota.
“Kami mengajak keluarga besar BPKAD dan seluruh warga Manokwari menyambut kedatangan peserta Pesparawi dengan sukacita. Harapannya, para tamu merasa nyaman, aman, dan membawa kesan yang baik setelah mengikuti kegiatan ini,” ujar Nurodi.
Ia menambahkan, perhelatan berskala nasional ini memiliki nilai strategis, salah satunya dapat mendorong perputaran ekonomi di Manokwari selama berlangsungnya acara.
Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Papua Barat, dr. Arnold Tiniap, dan jajarannya juga turut ambil bagian dalam kegiatan bersih-bersih tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan wujud dukungan demi terselenggaranya Pesparawi yang sukses sesuai arahan pimpinan.
“Selama tiga hari kami melakukan pembersihan. Hari pertama di lingkungan RSUP, hari kedua di kawasan Tanjakan Bukit Doa, dan hari ketiga di Pulau Mansinam,” jelasnya.
Meski tugas utama RSUP berada di wilayah Wosi Haji Bauw, timnya juga membantu membersihkan ruas jalan lain yang belum terjangkau, seperti di sekitar Aula Unipa, BPMP Papua Barat, dan sepanjang Jalan Gunung Salju, Amban.
Dalam kesempatan itu, Tiniap menyoroti kondisi kebersihan di Manokwari yang dinilai sudah memprihatinkan. Selama dua hari pembersihan, timnya menemukan banyak rumput liar serta tumpukan sampah plastik, botol, dan kaleng yang berserakan di sepanjang jalan.
“Masalah sampah di Manokwari sudah masuk kategori kronis. Hal ini harus menjadi prioritas utama, karena kebersihan lingkungan sangat berkaitan erat dengan kesehatan masyarakat,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh warga untuk mengubah pola pikir dan meningkatkan kesadaran. Setiap orang yang menghasilkan sampah wajib bertanggung jawab dan membuangnya pada tempat yang telah disediakan, bukan di sembarang tempat.
“Mari kita sadari bersama, kebersihan kota adalah tanggung jawab kita semua. Jangan biarkan sampah merusak keindahan dan kesehatan lingkungan Manokwari,” pungkas Tiniap. [FSM-R1]




















