Manokwari, TP – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Papua Barat dan Direktorat Intelkam Polda Papua Barat diinstruksikan terus melakukan pembinaan berkelanjutan bagi Pemuda Sanggeng Raya (PSR), Manokwari, Jumat (12/6/2026).
Instruksi tersebut disampaikan, Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Barat, Ali Baham Temongmere kepada Kepala Badan Kesbangpol Papua Barat, Rheinhard C. Maniagasi disela-sela deklarasi damai anti anarkis menyongsong PESPARAWI Nasional XIV Tahun 2026 di Sanggeng.
Dikatakan Temongmere, pembinaan terhadap para pemuda tidak hanya sampai disini tetapi para pemuda dan pemudi harus dibina terus menerus.
” Sebagai Sekda Papua Barat mewakili Gubernur Papua Barat, memerintahkan Kepala Badan Kesbangpol segera membuat organisasi pembinaan disini (Sanggeng,red). Apakah organisasi karang taruna atau organisasi apa saja disini. Untuk membina adik-adik kita disini. Siapkan proposal dan masukan ke Anggaran Perubahan agar ada bantuan pembinaan disini, baik pembinaan seni, olahraga, kepemimpinan dan pembinaan lainnya,” pinta Temongmere.
Disamping itu, kalau Kapolda Papua Barat dan Pangdam XVIII Kasuari ada kampung pembinaan, maka kepada Kaban Kesbangpol atas nama Gubernur Papua Barat, Sanggeng harus menjadi sebagai kampung binaannya.
“Terima kasih atas dukungan dan partisipasinya. Ini adalah hadia ulang tahun saya yang ke-59 Tahun bagi pemuda-pemudi dan warga Sanggeng,” tandas Temongmere.
Kepala Badan Kesbangpol Papua Barat, Rheinhard C. Maniagasi mengatakan, secara de facto sudah ada organisasi yang mengkoordinir para pemuda-pemudi se Sanggeng Raya.
“Sesuai instruksi Sekda, kami akan segera audiens dengan kelompok pemuda ini untuk bersama-sama melihat de jure badan hukum, administrasi dari kelompok pemuda ini seperti apa kedepannya,” kata Maniagasi kepada Tabura Pos di sela-sela deklarasi damai anti anarkis, pekan lalu.
Sehingga, kata Maniagasi, ada perhatian serius dari Pemprov Papua Barat dalam hal ini Badan Kesbangpol Papua Barat agar dalam pembinaan organisasi dapat memberikan petunjuk-petunjuk bagi PSR agar segera berkumpul menyusun administrasi dan program kerja pembinaan kedepan.
Menurutnya, berkenan kedepan Pemprov berkontribusi terhadap pembinaan, maka syarat-syarat administrasinya harus terpenuhi, agar apa yang disampaikan Sekda sama halnya dengan ormas lainnya untuk penuhi syarat administrasi lainnya.
Disinggung terkait pembinaan bagi para pemuda lainnya di Manokwari, terang Maniagasi, kedepan Kesbangpol bersama Polda akan akan berdiskusi dan melihat komunitas pemuda lainnya guna melaksanakan kegiatan-kegiatan positif seperti saat ini.
Tentang urgensinya petisi Deklarasi Damai Anti Anarkis, terang Maniagasi, Manokwari adalah kota injil yang memiliki peran besar bagi masyarakat di Tanah Papua.
Disamping itu, PESPARAWI Nasional yang akan dihadiri 37 Provinsi Se Indonesia, maka tentunya sebagai kota injil, perlu mewujudnyatakan nilai-nilai kekristenan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
“Dengan cara, kita mendukung keamanan dan ketertiban agar kondusif serta keramahan. Agar duta-duta Kristus dari provinsi lain ketika datang merasakan kasih, damai dan sukacita yang nyata dan menjadi cerita tersendiri bagi mereka tentang kehidupan bermasyarakat di Kota Injil yang ada di Papua Barat,” tandas Maniagasi. [FSM-R2]



















