Manokwari, TP – Sebuah kisah pengabdian panjang dan dedikasi tinggi ditorehkan oleh Melkias Werinussa, SE.M.H., yang resmi memasuki masa purna tugas dalam ibadah syukur dan pelepasan yang digelar di lingkungan Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (15/6/2026).
Selama 40 tahun 3 bulan mengabdi sebagai Aparatur Sipil Negara, ia menapaki karier dari jenjang paling bawah hingga mencapai puncak tangga birokrasi sebagai Asiten II Bidang Perekonomian Pembangunan Setda Papua Barat.
Dalam kesempatan itu, Werinussa menceritakan perjalanannya yang dimulai sebagai Pegawai Negeri Sipil golongan II dengan status pegawai pusat. Seiring diberlakukannya otonomi daerah, status kepegawaiannya berubah menjadi pegawai daerah.
Awal pengabdiannya ditempuh di Jayapura selama tujuh tahun, kemudian dipindahkan ke Kabupaten Fakfak selama delapan tahun. Sejak tahun 2001, ia bertugas di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Manokwari.
“Saat pertama kali tiba di Manokwari, saya bertugas di Disperindag. Gubernur Papua Barat yang menjabat sekarang kala itu masih menjabat sebagai Bupati Manokwari,” kenangnya.
Ia turut menyaksikan dan terlibat dalam berbagai dinamika pemerintahan, termasuk pemekaran wilayah Kabupaten Wondama dan Teluk Bintuni pada 2002, serta penyatuan Dinas Perindustrian dengan Dinas Koperasi. Pada 2004, ia kemudian dipercaya bertugas di tingkat Provinsi Irian Jaya Barat, tempatnya mengabdi selama 20 tahun terakhir hingga masa pensiun.
“Selama perjalanan tentu ada tantangan, namun saya selalu menyerahkan segalanya kepada Tuhan dan menjalankan tugas sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.
Werinussa mengakui pendidikan menjadi kunci kesuksesannya. Berasal dari keluarga sederhana di Sarmi, ia menempuh pendidikan dengan penuh perjuangan: SMP di kampung halaman, lalu melanjutkan sekolah hingga ke Jayapura. Gaji pertamanya saat itu hanya sekitar Rp27.000, namun ia merasa bangga karena menjadi PNS adalah impian besar bagi anak-anak Papua pada masa itu.
Ketekunannya terus berlanjut saat bertugas, hingga berhasil menyelesaikan studi S1 di Fakfak dan melanjutkan ke jenjang S2 di Manokwari.
“Pendidikan adalah jalan mengubah nasib dan bekal bersaing. Saya berharap perjalanan ini bisa menginspirasi generasi muda untuk bekerja jujur, taat aturan, dan tidak berhenti belajar demi kemajuan tanah Papua,” pesannya menutup sambutan. [FSM-R2]




















