Manokwari, TABURAPOS.CO – Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Papua Barat, adakan kunjungan ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua Barat, Senin (29/8), dalam rangka membangun sinergitas menjelang pesta demokrasi tahun 2024.
Ketua Umum BKPRMI Papua Barat, Mugiyono mengatakan, kehadiran BKPRMI Ke KPU Papua Barat untuk menjalin silaturhami sekaligus meminta untuk diberikan edukasi pendidikan politik dan politik demokratis.
“Kami sampaikan terima kasih karena sudah diterima dengan penuh. Kami tidak punya kepentingan apa-apa kami hanya butuh edukasi pendidikan politik dan politik demokratis. BKPRMI siap mendukung dan menyukseskan penyelenggaraan pesta demokrasi mendatang,” ujar Mugiyono.
Ketua KPU Papua Barat, Paskalis Semunya menyambut baik kunjungan jajaran BKPRMI yang dipimpin Mugiyono tersebut.
Menurutnya, penyelarasan, pemahaman dan pengetahuan guna menyukseskan pesta demokrasi 2024 membutuhkan andil banyak pihak, termasuk peran BKPRMI dan seluruh elemen masyarakat.
Dirinya menilai, dalam menyukseskan pemilu 2024, BKPRMI dapat berperan membantu menginformasikan dan mengedukasi masyarakat umum yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemilu.
“Kami mendukung penuh kolaborasi ini karena anak muda jangan vakum apalagi malas tahu. Kalau bisa remaja asli Papua Barat di BKPRMI juga terus diorbitkan untuk diikutsertakan agar bisa lebih baik lagi,” kata Paskalis.

Hal senada disampaikan DIV SOS PDDK PLMH PARMAS dan SDM, Abdul Halim Shidiq. Menurutnya, sejauh ini ada beberapa organisasi masyarakat (Ormas) yang sudah melakukan koordinasi, namun kebanyakan masih bersifat pasif.
Halim mengakui, berkaitan dengan pendidikan politik, KPU sebenarnya bisa menyelenggarakan sosialisasi, hanya saja terkendala dengan masalah biaya, sebab PKPU soal sosialisasi masih dalam tahap uji publik saat ini.
Lanjutnya, perincian program dan biaya baru bisa dilakukan ketika PKPU di undangkan yang mana pada rincian program itu ada kegiatan-kegitan dan pembiayaannya.
“Kita macet ini karena PKPU nya tidak ada. Kalau PKPU dulu kan rincian programnya itu sudah dijadikan satu dengan tahapan programnya. Kalau sekarang tidak ada, ada kegiatan ada anggarannya,” jelasnya.
Dirinya berharap, ketika PKPU tentang sosialisasi sudah diundangkan, maka segera dilakukan tahapan program dan perincian program serta anggaran terus kemudin selanjutnya dilakukan sosialisasi.
“Tapi dari sisi stakeholder yang undang inikan BKPRMI, maka secara umum kami siap menghadiri kegiatan BKPRMI. Kita apresiasi karena BKPRMI mau jemput bola kalau dulu kebanyakan tunggu bola. Kita butuh sekali peran ormas untuk jemput bola. Kita harap BKPRMI lebih aktif untuk memberikan informasi kepada masyarakat,” pungkasnya.
DIV Tekhnis Penyelenggara, Fatmawati menambahkan, inisiatif BKPRMI merupakan sesuatu hal yang menarik yang mana, organisasi ini dinaungi banyak anak remaja dan pemuda yang notabenenya cukup pasif saat berbicara demokrasi karena kerap kali dikaitkan dengan politik padahal tidak demikian.
Menurutnya, embrio dari suksesnya penyelenggaraan pesta demokrasi salah satunya berada di organisasi. Untuk itu, kehadiran BKPRMI diharapkan dapat bersama-sama mengambil langkah untuk membangun kerjasama.
BACA JUGA: Ada Oknum Pejabat Hadiri Kegiatan Tak Sesuai Tupoksi
“Kalaupun ada orangnya itu-itu saja terus. Jadi kadang di bawah itu tidak terakomodir, kita butuh orang-orang yang mempunyai profesional dalam bekerja,” ujarnya.
Divisi Hukum dan Pengawasan, Norbertus menambahkan, sepanjang BKPRMI memiliki identitas jelas KPU akan menyambutnya dengan baik. Menurutnya pendidikan demokrasi sangat penting sebagai bekal pengetahuan agar penyelenggaraan pesta demokrasi bisa berjalan dengan sukses.
Dia berharap kehadiran BKPRMI untuk membangun kerjasama dapat memberikan informasi kepada masyarakat umum agar kesalahan-kesalahan yang ada bisa diminimalisir dan demokrasi bisa berjalan dengan baik.
“Karena kendala kita sejauh ini memang anggaran sehingga sosialisasi tidak bisa dilakukan. Kita minta di pemerintah jawabannya nihil. Terima kasih sudah datang bertemu dengan kami. Kalian adalah anak-anak muda yang ingin tahu demokrasi dan perkembangannya,” pungkasnya. [AND-R4]




















