Sorong,TP — Aksi konvoi kendaraan bermotor dalam rangka merayakan Piala Dunia yang digelar warga di wilayah Kabupaten Sorong Selatan berakhir dengan duka. Seorang pengendara sepeda motor pendukung tim nasional Brasil dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal saat mengikuti pawai kendaraan tersebut.
Informasi mengenai peristiwa tragis ini pertama kali tersebar melalui percakapan di grup WhatsApp masyarakat, yang kemudian dikonfirmasi kebenarannya.
Menurut keterangan yang beredar, kecelakaan terjadi ketika bendera yang dibawa korban saat konvoi tiba-tiba terlilit pada bagian roda sepeda motor. Hal ini membuat kendaraan kehilangan keseimbangan dan terbalik, menjatuhkan korban ke permukaan jalan.
Sebuah rekaman video yang tersebar di media sosial menunjukkan momen warga menemukan korban tergeletak dalam keadaan tak sadarkan diri di lokasi kejadian. Saat ditemukan, tubuh korban masih terjalit bendera berwarna hijau dan kuning. Warga segera melaporkan kejadian ini ke Satuan Lalu Lintas Polres Sorong Selatan. Petugas kepolisian kemudian mendatangi tempat kejadian perkara untuk melakukan pemeriksaan awal.
Korban langsung dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit terdekat guna mendapatkan penanganan medis secara intensif. Namun nyawa korban tidak tertolong dan akhirnya dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis.
Peristiwa ini kembali mengingatkan risiko yang mengintai dalam aksi konvoi perayaan yang sering dilakukan masyarakat, terutama menyusul kemenangan pertandingan sepak bola. Tanpa memperhatikan aturan lalu lintas dan faktor keselamatan, euforia yang meluap justru dapat berubah menjadi bencana yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Kecelakaan ini menjadi pelajaran berharga: antusiasme merayakan momen olahraga tidak boleh mengesampingkan kewaspadaan dan kepatuhan terhadap peraturan berkendara.
Di tengah semangat masyarakat mengikuti dan merayakan ajang olahraga dunia tersebut, peristiwa ini juga mengundang perhatian. Di satu sisi terlihat antusiasme warga menyambut Piala Dunia, sementara di sisi lain terdapat suara dan aspirasi yang disampaikan sejumlah pihak, termasuk mahasiswa di luar daerah, terkait berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Papua. [CR30-R2]




















