Manokwari, TP – Universitas Papua (Unipa), Manokwari bertransformasi dengan menerapkan kurikulum berbasis Outcome Based Eduction (OBE) melalui Tahun Akademik 2026. Melalui sistem baru ini, mahasiswa angkatan baru dipastikan lulus tepat waktu, karena fokus perkuliahannya bergeser pada pencapaian target kompetensi, bukan lagi sekedar mengejar nilai akademis.
Wakil Rektor I Unipa, Manokwari, Prof. Jonni Marwa mengatakan, penetapan kurikulum berbasis OBE merupakan upaya Unipa mengimplementasi aturan Kementerian Pendidikan Tinggi, Saing dan Teknologi (Kemendiksantik) yang berkaitan dengan peningkatan mutu pendidikan.
Dijelaskan Marwa, secara substansi, kurikulum OBE adalah upaya untuk mencapai tujuan kelulusan atau capaian pembelajaran dari peserta didik agar dapat mencapai capaian yang ditetapkan sesuai standar.
Substansi utamanya, jelas Marwa, bagaimana mahasiswa dapat mencapai target dalam Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), yang diturunkan dalam Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) dan Sub CPMK yang dapat dilakukan di seluruh fakultas dan program studi (prodi) di Unipa.
Ia mengatakan, sebelumnya, pelaksanaan perkuliahan berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang berbasis pada Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MKBM) dan sekarang berbasis pada OBE.
“Saat ini kita lagi berupaya memastikan hingga 30 Juni, semua prodi yang ada di Unipa sudah final, paling tidak draft OBE, karena kurikulum berbasis OBE akan kita implementasikan pada mahasiswa angkatan 2026. Sedangkan mahasiswa lama, masih menggunakan kurikulum KKNI berbasis MBKM,” terang Marwa kepada Tabura Pos di sela-sela Lokakarya Kurikulum Berbasis OBE di Fakultas Kehutanan Unipa, Manokwari, Kamis (25/6/2026).
Ditanya target dari transformasi kurikulum berbasis OBE, Marwa menjelaskan, dengan penerapan kurikulum berbasis OBE ini dapat meningkatkan angka tingkat kelulusan, khususnya lulus tepat waktu.
Sebab, kata dia, lulus tepat waktu merupakan salah satu indikator dalam akreditasi prodi dan jika akreditasi prodi mengarah pada predikat unggul, dengan sendirinya mendorong akreditasi universitas menuju pada akreditasi unggul.
“Inilah yang menjadi target kami agar Unipa meraih akreditasi unggul pada tahun 2027,” kata Marwa seraya menambahkan, saat ini pihaknya sedang menyiapkan program studi yang akan masuk dalam target akreditasi unggul.
Untuk prodi S1, kata Marwa, pihaknya membutuhkan sekitar 15 prodi untuk akreditasi unggul dan sekarang sedang diproses oleh LPPM Unipa.
“Jadi, upaya-upaya ini yang sedang kita lakukan. Sedangkan di tingkat universitas, sejak 2025 lalu, tim akreditasi institusi perguruan tinggi sudah bekerja sampai hari ini guna menyiapkan data dan segala informasi yang berkaitan dengan proses persiapan akreditasi Unipa di tahun 2027,” terang Marwa.
Ditanya terkait target jangka pendek setelah lokakarya, Marwa mengungkapkan, setelah pelaksanaan lokakarya, prodi akan menfinalisasikan dokumen kurikulum per prodi, baru di-sub-mit ke Universitas pada 30 Juni. Apabila sudah di-sub-mit, maka ada tim refeyor (asesor) di tingkat Universitas yang akan melakukan pengecekan.
Dikatakannya, apabila sudah final, sambung Marwa, maka akan diterbitkan surat keputusan (SK) Rektor untuk memperlakukan kurikulum berbasis OBE pada 2026, terutama terhadap mahasiswa angkatan 2026.
Pada kesempatan itu, dirinya berharap para dosen tetap semangat menyusun kurikulum ini, karena di awal membutuhkan usaha, apalagi ini merupakan kurikulum baru dan dibutuhkan banyak hal yang harus dibenahi secara perlahan-lahan.
“Yang terpenting, dosen punya semangat dan motivasi yang baik bagi kampus dan dirinya, karena target inilah yang dapat mengukur keberhasil sesuai templet yang ditetapkan,” pungkas Marwa. [FSM-R1]




















