Manokwari, TP – Setelah jedah selama dua hari, 24-25 Juni, Lomba Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) XIV, kembali digelar, Jumat (26/6/2026).
Dua kategori lomba digelar di dua tempat berbeda, yaitu kategori Paduan Suara Wanita (PSW) di Auditorium Unipa, dan kategori Paduan Suara Dewasa Campuran (PSDC) yang dipusatkan di Aula Utama Unipa.
Dari pantauan Tabura Pos, kategori lomba PSW yang berlangsung di Auditorium Unipa, diikuti 24 provinsi. Sedianya, berdasarkan data panitia terdapat 28 peserta. Namun, 4 peserta tidak tampil, salah satunya dari Provinsi Kepulauan Riau.
Semua peserta tampil memukau dengan membawa satu lagu wajib dan dua lagu pilihan, mulai dari perpaduan suara dan musik yang dimainkan pianis masing-masing, maupun busana untuk mendapatkan nilai terbaik dari lima orang dewan juri, yaitu Tony mulumbot, Henry Susanto pranoto, Pdt Oskar A. Wompere, Jasahdin saragih, dan Jan R Sinaga.
Dari 24 provinsi peserta kategori Paduan Suara Wanita (PSW) ada provinsi bersatus baru pertama kali tampil di ajang Pesparawi. Salah satunya, Provinsi Papua Tengah.
Sekretaris Umum LPPD Papua Tengah, Didi Ismail Naya, menuturkan meksipun baru pertama kali membawa nama Provinsi Papua Tengah, namun kontingen dari daerah otonom baru di tanah Papua ini diisi oleh personel yang berpengalaman dalam seni tarik suara dan sudah pernah mewakili daerahnya tingkat kabupaten pada ajang Pesparawi Nasional sebelumnya.
Menurutnya, PSW telah menampilkan hasil yang terbaik saat pentas dengan berbekal latihan selama setahun.
“Kalau untuk Provinsi Papua Tengah ini adalah yang pertama membawa nama provinsi. Namun, teman-teman peserta sudah beberapa kali mengikuti Pesparawi Nasional di berbagai daerah. Inilah penampilan terbaik yang bisa mereka berikan. Dengan penilaian yang adil, kita optimis bisa meraih hasil terbaik,” ujar Naya kepada wartawan.
Meski sebagai debutan baru Provinsi Papua Tengah langsung mengikuti seluruh 12 kategori yang diperlombakan, dengan menargetkan menjadi juara.
Ia menilai, kategori yang memiliki peluang besar meraih prestasi antara lain Musik Gerejawi Nusantara (MGN), Musik Pop Gerejawi (MPG), Paduan Suara Pria Campuran (PSPC), Paduan Suara Wanita (PSW), Paduan Suara Pria (PSP), serta Solo Anak dan Solo Remaja.
“Hampir semua dari 12 kategori yang kami ikuti merupakan kategori andalan kami, dan target kami sama dengan kontingen lainnya yaitu juara,” pungkasnya.
Optimisme yang sama diusung kontingen dari tanah Papua lainnya, yaitu Provinsi Papua.
Ketua Kontingen Provinsi Papua, Judi Wanma, performance yang ditampilkan menjadi inspirasi sekaligus keyakinan bahwa semua yang telah dilakukan hanya untuk memuliakan Tuhan.
Ia optimis penampilan maksimal yang ditunjukkan timnya mampu menghasilkan prestasi terbaik dan membanggakan pada kategori Paduan Suara Wanita.
“Kami berharap penampilan terbaik ini membuahkan hasil yang membanggakan. Kami optimis gelar juara pada kategori Paduan Suara Wanita dapat diraih oleh Provinsi Papua,” katanya. [SDR-R3]




















