Manokwari, TP – Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Teluk Bintuni, Romelus Tatuta mengatakan, isu yang beredar tentang pergantian dirinya dari jabatan Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Teluk Bintuni, tidak benar.
“Saya ingin memastikan kepada publik bahwa jabatan Ketua DPD Partai NasDem yang melekat pada saya tidak berpindah tangan,” kata Tatuta kepada para wartawan di Auditorium BPK-RI Perwakilan Papua Barat, Senin (29/6/2026).
Tatuta mengatakan, ia bersama pengurus dan anggota Fraksi NasDem melakukan pertemuan langsung dengan DPP Partai NasDem di Jakarta untuk meminta kejelasan terkait isu yang berkembang tersebut. Hasilnya, tidak ada perubahan kepemimpinan di tubuh DPD Partai NasDem Kabupaten Teluk Bintuni.
“Hasil pertemuan di DPP menegaskan informasi yang beredar di Teluk Bintuni itu tidak benar. Tidak ada pergantian Ketua DPD Partai NasDem Teluk Bintuni,” ujar Tatuta.
Dikatakannya, dari hasil pertemuan tersebut, DPP ikut menerbitkan berita acara yang memuat 3 poin penting, yaitu: tidak ada pergantian Ketua DPD NasDem Kabupaten Teluk Bintuni, permintaan kepada DPW Partai NasDem Provinsi Papua Barat untuk memfasilitasi penyelesaian polemik internal serta arahan pemindahan Sekretariat DPD yang sebelumnya di Pisai ke lokasi yang baru.
Menurut Tatuta, klarifikasi ini penting disampaikan terhadap masyarakat, khususnya kader, simpatisan, dan pendukung Partai NasDem di Teluk Bintuni agar tidak terpengaruh informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.
Ketua DPR Kabupaten (DPRK) Teluk Bintuni ini menambahkan, struktur kepengurusan DPD Partai NasDem Teluk Bintuni masih berlaku sesuai surat keputusan (SK) yang diterbitkan pada Agustus 2025 dan sampai sekarang belum ada perubahan.
Ia menerangkan, mekanisme organisasi Partai NasDem berjalan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), sehingga pergantian kepengurusan tidak bisa dilakukan sepihak sebelum masa kepengurusan berakhir.
Diungkapkan Tatuta, DPD NasDem Teluk Bintuni akan segera memindahkan Sekretariat ke lokasi baru yang lebih representative di kawasan SP 5. Langkah ini mendapatkan dukungan dari pengurus, karena yang lama dinilai keterbatasan fasilitas, terutama lahan parkir dan ruang aktivitas partai.
“Tidak ada istilah lompat pagar atau lompat jendela dalam mekanisme partai. Semua diatur secara ketat sesuai AD/ART,” ujar Tatuta.
Dirinya mengakui, dinamika politik menuju tahapan Pemilu 2029 semakin banyak pihak mulai melirik partai politik sebagai kendaraan politik, tetapi NasDem tetap berkomitmen mengutamakan kader dalam memperkuat organisasi.
Ia menambahkan, sejak bergabung pada 2014, NasDem Teluk Bintuni sudah melewati berbagai dinamika politik dan perolehan kursi di DPRD, sehingga konsolidasi organisasi dan perekrutan anggota baru akan terus dilakukan untuk menjaga kekuatan partai ke depan.
“Yang paling utama mengutamakan kader NasDem agar tidak mengecewakan para pendukung dan simpatisan partai. Kami mempertahankan partai ini agar tidak berpindah tangan, apalagi kepada yang bukan kader. Siapa pun yang ingin bergabung, kami persilakan asalkan mempunyai komitmen membesarkan Partai NasDem,” tandas Tatuta. [SDR-R1]




















