Manokwari, TP – Kepala Badan Pembinaan dan Pengembangan Hukum (Binbangkum) BPK-RI, Akhmad A. Hernady melaporkan bahwa masih ada sejumlah kasus tunggakan tuntutan ganti rugi perbendaharaan pemerintah di lingkungan Provinsi Papua Barat semester I Tahun Anggaran 2025.
Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan para kepala daerah se-Provinsi Papua Barat di Aula BPK Perwakilan Provinsi Papua Barat, belum lama ini.
Ia merincikan, di Provinsi Papua Barat, terdapat 116 kasus senilai Rp94,13 miliar, dengan rincian Pemprov Papua Barat 42 kasus dengan nilai Rp73,492 miliar
lebih, Pemkab Manokwari 24 kasus dengan nilai Rp2,274 miliar lebih, Pemkab Kaimana 30 kasus dengan nilai Rp9,928 miliar lebih.
Selanjutnya, Pemkab Fakfak 10 kasus dengan nilai Rp6,114 miliar, Pemkab Teluk Wondama 7 kasus dengan nilai Rp2,057 miliar lebih, Pemkab Teluk Bintuni 3 kasus senilai Rp272 juta lebih, sedangkan Pemkab Manokwari Selatan (Mansel) dan Pemkab Pegunungan Arfak (Pegaf), sudah tidak ada tunggakan kasus atau nol kasus dan nol Rupiah.
Lanjutnya, BPK menilai adanya tunggakan tuntutan ganti rugi perbendaharaan semester I Tahun Anggaran 2025, tidak terlepas dari kerja tim tersebut.
Terkait tunggakan tersebut, Inspektorat Kabupaten Manokwari berencana melakukan evaluasi terhadap Tim Penyelesaian Kerugian Daerah (TPKD) dan Tim Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi (TP-TGR).
“TP-TGR ini fokusnya tuntutan ganti rugi terhadap bendahara dan pegawai bukan bendahara. Untuk TP-TGR dalam waktu dekat, kami akan bertemu dengan pak Sekda, kami akan prosesi gantikan TP-TGR dan TPKD,” kata Plt. Inspektur Kabupaten Manokwari, Natalis I. Renyaan kepada Tabura Pos di halaman Kantor Bupati Manokwari, Senin (13/7/2026).
Ditegaskan Renyaan, pada prinsipnya, temuan tidak bisa hilang, selama belum ada tindak lanjuti, maka temuan akan terus tetap tercatat.
“Temuan itu tidak akan bisa hilang. Bahasanya itu belum sesuai dan kalau sudah ditindaklanjuti, maka bahasanya sesuai, sehingga harus ada prosesi agar tunggakan-tunggakan semakin sedikit,” tandas Renyaan. [SDR-R1]




















