Manokwari, TP – BPJS Kesehatan bersama Pemerintah Provinsi Papua Barat dan pemerintah kabupaten/kota memperkuat sinergi untuk mempercepat reaktivasi kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) lewat kegiatan Akselerasi Reaktivasi Kepesertaan JKN Menuju Papua Barat Sehat di Sanggeng, Senin (3/8/2026).
Dalam kesempatan penandatanganan nota kesepahaman, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menyatakan pemerintah provinsi menyiapkan anggaran lebih Rp9 miliar untuk mengaktifkan kembali 40.057 kepesertaan JKN periode Juli–Desember 2026. Dari jumlah itu, 21.364 peserta adalah Orang Asli Papua dengan alokasi dana lebih Rp4,8 miliar, sedangkan 18.693 peserta sisanya non-OAP dengan anggaran lebih Rp4,2 miliar.
Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah XII Benyamin S.P. Simanjuntak menjelaskan langkah ini penting agar masyarakat tetap memiliki akses pelayanan kesehatan yang terjamin. Setiap tahun, JKN melayani sekitar 700 juta pelayanan di seluruh Indonesia, sementara di Papua Barat mencapai sekitar 250 ribu pelayanan.
Pihaknya terus memperluas inovasi layanan seperti BPJS Keliling, layanan daring YOLA, PANDAWA lewat WhatsApp, hingga aplikasi Mobile JKN, sekaligus meningkatkan edukasi agar masyarakat memahami hak, kewajiban, dan pentingnya menjaga status kepesertaan tetap aktif.
“Kesehatan bukan segala-galanya, namun saat sakit segala sesuatu menjadi tidak berarti. Karena itu kesehatan harus menjadi prioritas bersama,” ujar Benyamin. [SDR-R2]




















