Manokwari, TP – Menindaklanjuti persoalan pemalangan Asrama Mahasiswa Kabupaten Waropen Kota Studi Manokwari yang berlokasi di Amban, Jln. Manunggal Besar, Sabtu (8/8/2026), Bupati Waropen Fransiscus X. Mote akan segera berkunjung ke Manokwari Papua Barat.
“Saya terima informasi, masih sisa pembayaran Rp600 juta yang belum diselesaikan. Kita akan upayakan uangnya dan bawa ke Manokwari untuk selesaikannya,” klaim Bupati saat berbicara via telepon dihadapan perwakilan orang tua, pemilik hak ulayat dan mahasiswa, Sabtu (8/8/2026).
Bupati Waropen, mengatakan berkomitmen dalam waktu dekat akan segara melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kota Studi Manokwari guna menyelesaikan sisa pembayaran atas tanah adat dimaksud.
Ia juga berjanji, akan sesegera mungkin menyelesaikan sisa ganti rugi tanah sekaligus merenovasi kembali gedung Asrama Waropen di Kota Studi Manokwari.
“Sebelumnya saya kunker ke Manokwari dan melihat kondisi gedung asrama sudah tidak layak dan harus segera direnovasi. Tapi, kita akan selesaikan segera selesaikan hak dari pemilik tanah adat sebelum renovasi dan lainnya,” singkat Mote.
Pantauan Tabura Pos, pemilik hak ulayat sementara meminta para mahasiswa segara mengosongkan asrama hingga pemkab Waropen menyelesaikan sisa pembayaran. Terlihat sejumlah mahasiswa maupun mahasiswi membawa tas maupun tikar mereka untuk meninggalkan asrama Waropen sementara waktu, hingga penyelesaian sisa pembayaran ganti rugi atas tanah adat tersebut.
Namun, orang tua wali melakukan dialog dan negosiasi bersama pemilik tanah adat, sehingga mahasiswa diberikan kesempatan untuk tinggal sementara hingga September 2026, jika tidak diselesaikan, maka mahasiswa dapat segara mengosongkan asrama. [FSM-R3]




















