Manokwari, TP – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI dan Badan Bahasa bersama Rumah Baca Manokwari menggelar pelatihan Penguatan Kapasitas Literasi Masyarakat dan Kapasitas Literasi Komunitas di gedung Arauna Gereja Pekabaran Injil “Jalan Suci” Manokwari, Rabu-Jumat (5-7/8/2026).
Founder Rumah Baca Manokwari, Yudith Yewun mengatakan, kini untuk kedua kalinya Rumah Baca Manokwari diberikan kepercayaan melaksanakan program penguatan literasi, tahun 2025 kegiatan serupa juga telah dilaksanakan.
Dikatakan Yewun, tahun ini penguatan kapasitas literasi menyasar para guru tingkat SD, SMP, pengelola Taman Baca Masyarakat (TBM) hingga para tokoh pemuda.
“Tujuannya untuk kita melihat kebutuhan riil disekitaran masyarakat kita. Karena, saat ini Papua Barat menduduki perangkat ke-32 dari 38 provinsi dengan literasi terendah,” ungkap Yewun kepada Tabura Pos usai kegiatan tersebut, Jumat (7/8/2026).
Karena itu, kata dia, persoalan ini menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi para pengiat literasi dan pemangku kepentingin dan stakholder di Manokwari, Papua Barat. Dengan adanya kolaborasi ini pihaknya dapat menyelenggarakan penguatan literasi kepada masyarakat dan komunitas.
Dengan harapan, para peserta memperoleh pengalaman baru dan menularkan kepada para guru, siswa, pengelola TMB hingga masyarakat disekitar yang dapat mendorong naiknya angka literasi di Papua Barat.
Kegiatan hari pertama, lanjut Yewun, dimulai dengan kegiatan menulis kreatif dengan tema “Gali Potensi, Tuangkan Gagasan Menjelajah Dunia Menulis Kreatif” dengan pembicara, Fransiskus Salu Weking, Wartawan AntaraNews Biro Papua Barat.
Pada hari kedua dilanjutkan dengan kegiatan Workshop Read Aloud atau membaca nyaring dengan narasumber, Angela Torimtubun, Relawan Literasi Masyarakat (Relimas) Perpusnas RI Provinsi Papua Barat.
Selanjutnya dihari terakhir ditutup dengan pelatihan menulis kreatif namun, lebih kearahan mempromosi produk lokal UMKM bertemakan “Menyusun Narasi Produk dan Mengubah Cerita Lokal Menjadi Omzet” bersama narasumber Kamasan Fainsenem, wartawan Tabura Pos.
Pelatihan ini kiranya, dapat memberikan pemahaman dan bekal bagi para peserta, sehingga dalam jalankan aktifitasnya, baik sebagai guru, pengelola TMB tetapi juga tokoh pemuda sekaligus dapat mendorong naiknya angka literasi di Papua Barat, harap Yewun. [FSM-R2]




















