Manokwari, TP – “Satu bendera satu harapan, dan 1.000 bendera adalah 1.000 harapan untuk Papua Barat dan Indonesia.” Semangat itulah yang menyelimuti Renungan Malam Pemuda Indonesia sekaligus pemasangan 1.000 bendera Merah Putih yang diprakarsai oleh DPD KNPI Papua Barat bersama berbagai elemen pemuda di sepanjang ruas jalan Kota Manokwari, Kamis (13/8/2026) malam.
Mewakili Gubernur Papua Barat, Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat, dr. Alwan Rimosan, menyampaikan bahwa kemerdekaan bukanlah hadiah yang diberikan begitu saja, melainkan lahir dari perjuangan, pengorbanan, doa, air mata, dan persatuan para pendahulu bangsa. Oleh karena itu, tugas generasi masa kini bukan sekadar menikmati kemerdekaan, melainkan mengisinya, menjaganya, dan mewariskannya kepada generasi mendatang.
“Papua Barat adalah rumah besar kita bersama. Di dalamnya terdapat beragam suku, bahasa, budaya, dan agama. Perbedaan itu bukan alasan untuk berpisah, melainkan kekayaan yang harus kita rawat dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika,” tegas Rimosan saat membacakan sambutan Gubernur Papua Barat.
Lebih lanjut dikatakan, pemasangan 1.000 bendera Merah Putih malam ini hendaknya memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar menghias jalanan Kota Manokwari.
“Biarlah Merah Putih berkibar sebagai tanda bahwa pemuda Papua Barat bekerja bersama-sama menjaga kedamaian, membangun daerah, dan memperjuangkan kesejahteraan rakyat. Dari Manokwari malam ini, kita sampaikan kepada Indonesia. Papua Barat adalah tanah persaudaraan, tanah harapan. Dari Tanah Papua pula kita teguhkan komitmen tersebut,” pungkas Rimosan.
Sesuai pantuan Tabura Pos, renungan malam ini diikuti sekitar 500 pemuda dari berbagai Organisasi Kepemudaan (OKP) yang berhimpun di DPD KNPI Papua Barat, serta Ikatan Pemuda dari paguyuban suku Nusantara dimulai dari Kali Dingin Transito Wosi hingga perempatan lampu merah Makalew, Kota Manokwari.
Kegiatan ini turut diikuti oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat I Putu Gdede Astawa, Pangdam XVIII Kasuari Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru, serta Kapolda Papua Barat Irjen Pol. Alfred Papare.
Ketua DPD KNPI Papua Barat, Dr. Sammy Dj. Saiba, menyampaikan kegiatan ini bermakna sebagai pengingat kembali bahwa kemerdekaan RI lahir atas desakan dan perjuangan pemuda yang mendesak para pemimpin bangsa segera memproklamirkan kemerdekaan, tanpa menunggu pemberian dari penjajah.
“Kemerdekaan ini bukan sekadar dirayakan dengan pesta dan keramaian, melainkan saatnya kita merenungkan kembali perjalanan bangsa. Terutama di tengah situasi yang penuh tantangan saat ini, pemuda dituntut kembali berada di barisan terdepan, mendukung kebijakan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun khususnya di Provinsi Papua Barat,” ujar Saiba.
Ia juga menyoroti kondisi pemuda masa kini yang dinilai berada dalam posisi dilematis. Jika tidak bersatu dan tidak memiliki arah yang jelas, hal itu berisiko menjadi kegagalan besar dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.
“Karena itu, renungan malam ini menjadi momen memotivasi generasi muda agar menyadari bahwa kemerdekaan adalah amanah yang harus dijaga dan diperjuangkan,” tegasnya.
Kegiatan pengibaran seribu bendera Merah Putih diharapkan semakin membangkitkan semangat kebangsaan, memperkuat persatuan, dan mengingatkan seluruh elemen bangsa akan jasa serta peran strategis pemuda dalam menjaga keutuhan dan kemajuan bangsa. [FSM-R2]




















