Manokwari, TP — Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) bersama masyarakat adat dan para siswa Sekolah Dasar melepasliarkan Tukik (anak penyu) di pesisir Pantai Wisata, Kampung Sibuni, Distrik Masni, Kabupaten Manokwari, Rabu (19/8/2026).
Asisten III Bidang Administrasi Setda Papua Barat, Otto Parorrongan, menyampaikan keberadaan penyu saat ini menghadapi berbagai ancaman, mulai dari kerusakan habitat, sampah plastik di laut, perubahan iklim, hingga perburuan liar. Oleh karena itu, upaya konservasi penyu sangatlah penting untuk dilakukan.
“Pelepasliaran tukik yang kita lakukan hari ini merupakan bagian dari usaha bersama untuk meningkatkan peluang hidup penyu sejak fase awal kehidupannya. Setiap tukik yang dilepas ke laut membawa harapan besar, bahwa suatu saat nanti ia akan kembali ke pesisir pantai Papua Barat untuk berkembangbiak dan menjaga keberlangsungan spesiesnya,” ujar Parorrongan dalam sambutannya.
Kegiatan ini dinilai sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Papua Barat, yaitu Papua Barat yang Aman, Sejahtera, Bermartabat, dan Mandiri. Konservasi penyu dan perlindungan ekosistem pesisir juga menciptakan keseimbangan harmonis antara manusia dan alam. Pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan memberi manfaat ekonomi tanpa merusak penopang kehidupan masyarakat.
Serta, kepedulian melestarikan alam mencerminkan penghargaan terhadap identitas, budaya, dan nilai luhur warisan leluhur. Dimana masyarakat menjadi pelaku utama dalam menjaga dan mengelola kekayaan alamnya secara berkelanjutan.
“Penguatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam adalah wujud nyata membangun kemandirian daerah,” tegas Parorrongan. [FSM-R2]










