Ransiki, TP — Kodim 1808/Manokwari Selatan (Mansel) memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan melalui pembangunan infrastruktur dan pendampingan sektor pertanian. Hal ini diungkapkan Dandim 1808/Mansel Letkol Czi Sunandar Parius Sudarmono, S.E., M.IP., M.M., dalam program podcast kolaborasi lintas sektor bersama Ikatan Jurnalis Manokwari Selatan (IJMS), Jumat (14/8) di Ransiki.
Dandim didampingi Pasiter Kapten CKe Nuryanto, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Drs. Adiri Djan Mandowen, serta Plt. Kepala Dinas PUPR Harianto Daud, S.E., beserta Kabid Bina Marga Irwan Sudiantono, S.Pd., TekNik.
Dandim menyampaikan melalui program teritorial, Kodim telah membangun 18 Jembatan Garuda Merah Putih — terdiri dari 8 jembatan armco dan 10 jembatan beton — yang tersebar di wilayah Oransbari, Ransiki, dan Momiwaren. Tujuannya memperlancar akses antar-pemukiman serta memudahkan petani mengangkut hasil pertanian dan perkebunan.
Selain itu, telah dibangun 9 sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat serta mendukung pengairan lahan pertanian. Program TNI Manunggal Air menargetkan 1.000 sumur bor secara nasional; Kodim 1808/Mansel sendiri telah mengajukan 20 sumur bor untuk realisasi hingga akhir Desember 2026.
Kodim juga merevitalisasi 3 rumah ibadah dan bekerja sama dengan Dirjen SMK untuk pemulihan fasilitas sekolah.
Presiden Prabowo Subianto menugaskan TNI Angkatan Darat membangun 5.000 jembatan di seluruh Indonesia. Hingga saat ini telah terbangun 2.500 jembatan. Kodim 1808/Mansel berharap kolaborasi dengan Pemkab Mansel dapat mempercepat penentuan lokasi prioritas agar target tercapai pada akhir tahun.
Untuk memperkuat ketahanan pangan, setiap Kodim telah membentuk Kompi Produksi untuk memenuhi kebutuhan pangan internal dan masyarakat. Babinsa juga aktif mendampingi petani di lapangan.
Kepala DKPP Mansel, Drs. Adiri Djan Mandowen, menyambut baik pendampingan TNI. Mengingat keterbatasan anggaran daerah, kolaborasi lintas sektor menjadi penguat bagi petani. Tahun ini, Pemkab Mansel menerima dukungan APBN dari Kementan untuk rehabilitasi 2.000 hektare perkebunan kakao di 6 distrik, serta program cetak sawah rakyat. Peran TNI diharapkan ikut mengawasi dan memantau pelaksanaan di lapangan.
Plt. Kepala Dinas PUPR Harianto Daud, S.E., juga mengapresiasi peran TNI. Keterbatasan anggaran daerah membuat dukungan pembangunan jembatan dan sumur bor menjadi sangat berarti. Ke depannya, koordinasi akan diperkuat untuk menyusun prioritas infrastruktur sesuai kebutuhan mendesak masyarakat.
Kabid Bina Marga Irwan Sudiantono menambahkan, pihaknya siap menyediakan data kebutuhan infrastruktur di 6 distrik untuk diselaraskan dengan program TNI. [BOM-R2]










