Manokwari, TABURAPOS.CO– Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kabupaten Manokwari mendorong agar pemerintah daerah mereplikasi konsep Kampung Ramah Anak untuk diterapkan di wilayah Manokwari.
Konsep Kampung Ramah Anak diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan anak untuk belajar sambil bermain.
Kepala UPTD PPA Kabupaten Manokwari, Regina A. Rumayomi mengatakan, konsep Kampung Ramah Anak merupakan salah satu upaya pencegahan sejak dini terhadap hal negatif yang bisa saja mengancam perkembangannya, seperti pergaulan bebas dan lain sebagainya.
Menurutnya, Kampung Ramah Anak merupakan wadah bagi anak-anak supaya mereka bisa menikmati kegiatannya, bahkan bisa menjadi tempat edukasi tanpa harus memaksanya untuk belajar.
“Kampung Ramah Anak merupakan salah satu program yang bisa dijumpai di beberapa daerah di luar Papua, seperti di Pulau Jawa. Kampung Ramah Anak ini bisa dikolaborasikan dengan program lain, seperti taman atau tempat bermain untuk anak yang tentu tetap harus mendapatkan pengawasan,” papar Regina Rumayomi kepada Tabura Pos di ruang kerjanya, Kamis (8/9).
Diakuinya, di Manokwari membutuhkan Kampung Ramah Anak atau RT Ramah Anak sebagai upaya pencegahan sejak dini. Lanjut dia, di Manokwari belum dijalankan dan itu tugas dinas terkait agar anak-anak tidak terseret pergaulan bebas.
BACA JUGA: Satlantas Imbau Masyarakat Tak Budayakan Blokade Jalan Dalam Penyampaian Aspirasi
Dirinya mengklaim, konsep Kampung Ramah Anak cukup bagus terhadap anak-anak untuk pengembangan diri, karena bisa memberikan ruang seluas-luasnya untuk menunjukkan bakat dan minatnya.
Menurut Regina Rumayomi, UPTD PPA Kabupaten Manokwari sebenarnya bisa memberikan pelatihan, tetapi sulit dilaksankana apabila tidak ada dukungan dari pihak-pihak terkait. Di Manokwari, ungkap dia, tidak ada Kampung Rama Anak, sehingga terkesan anak-anak kurang bersosialisasi.
“Kita lihat di daerah Solo yang menjadi percontohan di seluruh Indonesia, mereka mempunyai tempat khusus untuk anak-anak. Kalau mau pelatihan, kita bisa, tapi kita susah melaksanakan itu jika tidak ada dukungan,” tukas Regina Rumayomi. [AND-R1]




















