Manokwari, TP – Ikatan Mahasiswa Pegunungan Arfak (IMAPA) Kota Studi Manokwari mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf) segera mencairkan bantuan beasiswa sebelum memasuki bulan September.
Pencairan yang tertahan lebih dari satu bulan sejak berkas diserahkan ke bagian Kesra kini mengancam keberlangsungan studi para mahasiswa yang terancam tidak dapat membayar UKT/SPP tepat waktu.
Ketua IMAPA Kota Studi Manokwari, Amon Iba, menyampaikan kekhawatiran tersebut. Ia mengungkapkan, sebagian besar mahasiswa penerima bantuan berasal dari keluarga ekonomi lemah.
“Tidak semua orang tua mampu membiayai UKT, proposal penelitian, maupun kebutuhan akademik lainnya,” ujarnya di Manokwari, Senin (31/8/2026).
Keterlambatan administrasi pemerintah dikhawatirkan justru berdampak pada perkualiahan mahasiswa. Amon menyarankan jika Dinas Pendidikan belum dapat merealisasikan tepat waktu, pengelolaan anggaran sementara dapat diserahkan ke Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra), yang sudah memiliki data lengkap dan telah melakukan pendataan serta koordinasi bersama mahasiswa.
“Kami tidak bermaksud menyudutkan pihak tertentu, murni sebagai tanggung jawab organisasi mengawal aspirasi mahasiswa Arfak. Kami berharap ada langkah konkret dan solusi dari dinas teknis,” tandas Amon. [FSM-R2]










