Manokwari, TABURAPOS.CO – Dinas Tenaga Kerja dan Trasmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Manokwari akan membangun tiga kawasan permukiman di Distrik Manokwari Utara (Pantura), yang akan dijadikan sebagai kawasan transmigrasi nelayan.
Perkembangan persiapan tiga kawasan transmigrasi nelayan yakni, di Asay, Aurmeos, dan Meyes, sudah masuk tahapan expose dokumen rencana satuan kawasan permukiman (RSKP), dengan melibatkan beberapa dinas teknis, dan pihak Unipa sebagai narasumber, berlangsung di salah satu hotel di Manokwari, Kamis (8/9).

“Maksud serta tujuan expose dokumen dengan harapan memberikan masukan terhadap dfraf dokumen dimaksud,” ujar Kepala Disnakertrans Manokwari, Yusak Dowansiba dalam sambutannya.
Tiga kawasan transmigrasi nelayan tersebut direncanakan untuk menampung masyarakat lokal di wilayah Manokwari Barat, khususnya yang terkena dampak pembangunan, misalnya pembangunan Teluk Sawaibu, Pasar Ikan Sanggeng dan Biryosi.
Setiap satu kawasan transmigrasi nelayan direncanakan bisa menampung sebanyak 200 kepala keluarga.
“Karena masyarakat yang tinggal di wilayah itu banyak yang mata pencariannya nelayan, maka tempatnya di hold,” jelas Dowansiba.
Bupati Manokwari, Hermus Indou yang hadir membuka kegiatan expose tersebut berharap kawasan permukiman tahun 2022 yang telah tersusun dapat dimanfatkan sebagai pijakan awal pembangunan kawasan transmigrasi kedepannya.
“Penyusunan rencana SKP untuk mewujudkan rencana tata ruang SKP yang mendukung terciptanya kawasan transmigrasi secara aman, produktif dan berkelanjutan yang dapat mengintergrasikan antara permukiman penduduk setempat dengan permukiman transmigrasi,” pungkas bupati. [SDR-R1]




















