Bintuni, TP — Kantor Kementerian Haji Kabupaten Teluk Bintuni bersama Dinas Kesehatan menggelar pemeriksaan kesehatan lanjutan bagi calon jemaah haji musim 2027 secara gratis di RSUD Kabupaten Teluk Bintuni, Kamis (10/9/2026). Kegiatan ini mendapat dukungan Pemkab Teluk Bintuni guna memastikan kesiapan kesehatan jemaah sejak dini.
Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan, Irma Said, SKM., M.Kes., menyampaikan pemeriksaan mencakup foto thorax, fungsi hati, fungsi ginjal, HbA1c, profil lemak, hingga rekam jantung (EKG). Dari total 29 calon jemaah yang terverifikasi dalam kuota, 17 orang hadir di Bintuni untuk pemeriksaan tahap lanjut ini. Sisanya yang berada di luar daerah dapat menyelesaikan pemeriksaan di tempat masing-masing, dengan tetap dikoordinasikan dinas terkait.
“Kami berterima kasih kepada Pemkab Teluk Bintuni yang telah mendukung sehingga pemeriksaan kesehatan ini dapat digratiskan,” ujar Irma.
Hasil pemeriksaan akan diinput ke dalam sistem Kementerian Haji. Penetapan status istithaah kesehatan — apakah layak berangkat — sepenuhnya mengikuti ketentuan dan proses yang berlaku di tingkat pusat. Persyaratan kesehatan kini diperketat untuk mengurangi risiko selama ibadah di Tanah Suci.
Kuota Naik Jadi 29 Calon Jemaah Haji
Kepala Kantor Kementerian Haji Teluk Bintuni, H. Abdul Muin, S.Ag., memastikan 29 calon jemaah telah diverifikasi. Jumlah ini naik dibanding kuota tahun lalu yang hanya 17 orang. Meski begitu, kuota per tahun dapat berubah sesuai alokasi dari pemerintah pusat.
Abdul Muin menegaskan, pemeriksaan kesehatan bukan lagi sekadar formalitas. Bukti pemenuhan syarat kesehatan atau istithaah kini menjadi prasyarat sebelum pelunasan biaya haji.
“Kalau belum ada istithaah, tidak bisa melakukan pelunasan. Dulu mungkin pemeriksaan dianggap formalitas, sekarang tidak lagi. Harus benar-benar memenuhi persyaratan kesehatan,” tegasnya.
Calon jemaah yang berada di luar daerah tidak wajib pulang ke Bintuni untuk urusan pemeriksaan kesehatan, biometrik, maupun paspor — semua dapat diselesaikan di lokasi terdekat dengan tetap berkoordinasi ke kantor Kementerian Haji setempat.
Jika ada calon jemaah yang belum siap berangkat, mengundurkan diri, atau berhalangan, akan dilakukan penggantian berdasarkan urutan nomor porsi sesuai ketentuan yang berlaku, agar kuota tetap terpenuhi.
Persiapan dilakukan lebih awal guna memberi waktu penanganan medis jika ditemukan masalah kesehatan. Abdul Muin mengimbau seluruh calon jemaah menjaga kondisi dan mengikuti seluruh tahapan yang ditetapkan.
“Harapan kita semua, jamaah tetap mengikuti instruksi dari Kementerian Haji dan Dinas Kesehatan. Peran dinas kesehatan dan rumah sakit sangat penting menjaga kestabilan kesehatan jamaah. Jamaah juga harus berusaha memperbaiki kesehatannya jauh sebelum keberangkatan,” pungkasnya.[CR25-R2]










