• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Rabu, September 16, 2026
  • Login
Tabura Pos - Akurat dan Cerdas
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA
No Result
View All Result
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA
No Result
View All Result
Tabura Pos - Akurat dan Cerdas
No Result
View All Result
Home MANOKWARI

Tidak Ada Aparat, Tidak Ada Jaminan Keamanan di Pasar Sentral Sanggeng

AdminTabura by AdminTabura
16/09/2026
in MANOKWARI
0
Tidak Ada Aparat, Tidak Ada Jaminan Keamanan di Pasar Sentral Sanggeng

Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Sentral Sanggeng, Hamka dan kondisi pasar Sentral Sanggeng, Manokwari di lantai 2, Selasa (15/9/2026). Foto: TP/SDR

0
SHARES
23
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Manokwari, TP – Kasus pencurian di los penjahit yang terletak di lantai 3, Pasar Sentral Sanggeng, Manokwari, kini viral di media sosial (medsos). Ironisnya, kondisi tersebut bukan hanya dialami penjahit saja.

Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Sentral Sanggeng, Hamka mengatakan, pembobolan yang terjadi dialami 10 pedagang dan sudah dilaporkan ke pihak kepolisian.

“Hari Sabtu, pedagang (penjahit, red) kurang lebih 10 orang mendatangi Polresta Manokwari untuk membuat laporan dan sudah olah TKP (tempat kejadian perkara),” ungkap Hamka yang dihubungi Tabura Pos via ponselnya, Selasa (15/9/2026).

Setelah membuat laporan polisi, ternyata pembobolan tidak berhenti, bahkan kembali terjadi. “Masih saja ada pembobolan semalam dengan jumlah kios yang sama, sebelumnya 4 kios, khususnya di lantai tiga,” tambah Hamka.

Dikatakannya, selama belum ada aparat keamanan dari TNI atau Polri, maka kondisi pasar tidak ada jaminan keamanan. Pasar, sambung dia, tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya jika belum ada UPTD yang menangani, mulai parkiran dan lainnya.

“Kemudian, penertiban pedagang kaki lima yang seharusnya berjualan di lantai dua, tetapi ternyata semua berjualan di lantai dasar yang dikhususkan untuk orang asli Papua yang berjualan hasil bumi,” tandas Hamka. [SDR-R1]

Previous Post

Bak Sampah Dalam Kondisi Bolong

Next Post

Bulog Salurkan 259 Ton Beras untuk 8.634 Penerima di Pegunungan Arfak

Next Post
Bulog Salurkan 259 Ton Beras untuk 8.634 Penerima di Pegunungan Arfak

Bulog Salurkan 259 Ton Beras untuk 8.634 Penerima di Pegunungan Arfak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

Browse by Category

  • ARTIKEL
  • BINTUNI
  • Blog
  • BUDAYA & PARIWISATA
  • DAERAH
  • DIKKES
  • EKBIS
  • HUKUM & KRIMINAL
  • INFO GRAFIK
  • KABAR PAPUA
  • KAIMANA
  • KESEHATAN
  • LINTAS NUSANTARA
  • LINTAS PAPUA
  • MANOKWARI
  • MANSEL
  • NASIONAL
  • News
  • PAPUA BARAT
  • PAPUA BARAT DAYA
  • PARLEMENTARIA
  • PEGAF
  • PENDIDIKAN
  • POLHUKRIM
  • Post
  • TELUK WONDAMA
  • Uncategorized
  • VIDEO

© 2022 TABURAPOS - Akurat dan Cerdas.

No Result
View All Result
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA

© 2022 TABURAPOS - Akurat dan Cerdas.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!