Manokwari, TP – Kasus pencurian di los penjahit yang terletak di lantai 3, Pasar Sentral Sanggeng, Manokwari, kini viral di media sosial (medsos). Ironisnya, kondisi tersebut bukan hanya dialami penjahit saja.
Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Sentral Sanggeng, Hamka mengatakan, pembobolan yang terjadi dialami 10 pedagang dan sudah dilaporkan ke pihak kepolisian.
“Hari Sabtu, pedagang (penjahit, red) kurang lebih 10 orang mendatangi Polresta Manokwari untuk membuat laporan dan sudah olah TKP (tempat kejadian perkara),” ungkap Hamka yang dihubungi Tabura Pos via ponselnya, Selasa (15/9/2026).
Setelah membuat laporan polisi, ternyata pembobolan tidak berhenti, bahkan kembali terjadi. “Masih saja ada pembobolan semalam dengan jumlah kios yang sama, sebelumnya 4 kios, khususnya di lantai tiga,” tambah Hamka.
Dikatakannya, selama belum ada aparat keamanan dari TNI atau Polri, maka kondisi pasar tidak ada jaminan keamanan. Pasar, sambung dia, tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya jika belum ada UPTD yang menangani, mulai parkiran dan lainnya.
“Kemudian, penertiban pedagang kaki lima yang seharusnya berjualan di lantai dua, tetapi ternyata semua berjualan di lantai dasar yang dikhususkan untuk orang asli Papua yang berjualan hasil bumi,” tandas Hamka. [SDR-R1]










