Program , Ekonomi, Penataan Kampung Adat dan Pelestarian Budaya
Manokwari, TP — Pemerintah Provinsi Papua Barat memperkuat pemberdayaan Orang Asli Papua (OAP) melalui tiga program strategis sekaligus pelatihan pengadaan barang dan jasa bagi pengusaha OAP, penataan kewenangan kampung adat, serta pemberian bantuan seni dan budaya. Kegiatan dibuka langsung Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan di Manokwari, Jumat (25/9/2026).
Gubernur menegaskan pengusaha OAP tidak boleh sekadar menjadi penonton dalam pembangunan. “Harus mampu menjadi pelaku usaha, penyedia barang-jasa, mitra pemerintah, dan penggerak perekonomian masyarakat,” ucapnya. Pelatihan ini diharapkan melahirkan pengusaha OAP yang profesional, kompeten, berintegritas, dan siap bersaing secara sehat. Perangkat daerah diminta membuka ruang serta mendampingi pengusaha OAP sesuai aturan.
Di sektor kelembagaan, kampung adat dikuatkan bukan sekadar simbol identitas, melainkan lembaga yang melayani masyarakat, menjaga lingkungan, menggerakkan ekonomi lokal, dan melestarikan budaya. Penataan dilakukan secara partisipatif dengan menghormati nilai adat dan hak masyarakat.
Sementara itu, bantuan seni dan budaya bagi OAP diarahkan untuk mendukung sanggar, kelompok seni, dan komunitas budaya. Gubernur menyebutnya sebagai investasi kebudayaan , menjaga bahasa, tarian, musik, kerajinan, dan jati diri Papua agar tetap hidup hingga generasi mendatang.
Ketiga program ini saling berkaitan. Pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, melainkan juga peningkatan kualitas manusia, penguatan ekonomi, dan tata kelola kampung yang baik. Gubernur meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung tak berhenti pada pelatihan, melainkan berkelanjutan dengan pendampingan, pemantauan, dan evaluasi. [FSM -R2]










