• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Selasa, September 29, 2026
  • Login
Tabura Pos - Akurat dan Cerdas
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA
No Result
View All Result
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA
No Result
View All Result
Tabura Pos - Akurat dan Cerdas
No Result
View All Result
Home LINTAS PAPUA PAPUA BARAT DAYA

Antrean Truk Borong Solar Kembali Muncul, LIN: Pengawasan Migas Dipertanyakan

AdminTabura by AdminTabura
29/09/2026
in PAPUA BARAT DAYA
0
Antrean Truk Borong Solar Kembali Muncul, LIN: Pengawasan Migas Dipertanyakan

Ketua Lembaga Investigasi Negara (LIN) Papua Barat Daya, Jackson Sombouw, dan antrian kendaraan di salah satu SPBU di Kota Sorong. Foto; TP/CR30 

0
SHARES
16
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Sorong, TP — Dugaan penyalahgunaan solar bersubsidi kembali mencuat di Kota Sorong. Puluhan truk terlihat mengular mengantre di SPBU Coco Sorpus, Klademak, guna memperoleh bahan bakar bersubsidi. Kondisi serupa juga terlihat di SPBU Jalan Baru, ini merupakan kejadian kedua kalinya dalam pekan ini.

Ketua Lembaga Investigasi Negara (LIN) Papua Barat Daya, Jackson Sombouw, menyoroti pola ini yang kerap muncul bertepatan dengan dimulainya proyek pemerintah. Selisih harga solar subsidi dan BBM industri diduga menjadi celah keuntungan jika BBM dialihkan dan dijual kembali dengan harga lebih tinggi.

“Pola seperti ini pernah terungkap dalam kasus DBK, di mana solar subsidi ditampung lalu dijual ke perusahaan — disebut PT Salawati dan PT Mashinton. Mengapa kini terulang lagi?” tanya Jackson.

Ia juga menerima informasi adanya dugaan tempat penampungan solar di permukiman warga, termasuk rumah yang diduga berfungsi sebagai gudang penyimpanan.

Jackson mempertanyakan kinerja instansi pengawas, Satgas Migas, Pertamina, Hiswana Migas, hingga aparat penegak hukum. “Pengawasan tidak boleh hanya berhenti di SPBU. Harus ditelusuri siapa yang ambil, dibawa ke mana, ditampung di mana, dan siapa pembelinya,” tegasnya.

LIN mendesak pihak berwenang segera memeriksa antrean tersebut dan memastikan solar subsidi benar-benar diterima oleh pihak yang berhak, bukan dialihkan untuk keuntungan pribadi. [CR30-R2]

Previous Post

Pemprov Papua Barat Raih Penghargaan Daerah Berprestasi, Terima Bantuan Rp1,5 Miliar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

Browse by Category

  • ARTIKEL
  • BINTUNI
  • Blog
  • BUDAYA & PARIWISATA
  • DAERAH
  • DIKKES
  • EKBIS
  • HUKUM & KRIMINAL
  • INFO GRAFIK
  • KABAR PAPUA
  • KAIMANA
  • KESEHATAN
  • LINTAS NUSANTARA
  • LINTAS PAPUA
  • MANOKWARI
  • MANSEL
  • NASIONAL
  • News
  • PAPUA BARAT
  • PAPUA BARAT DAYA
  • PARLEMENTARIA
  • PEGAF
  • PENDIDIKAN
  • POLHUKRIM
  • Post
  • TELUK WONDAMA
  • Uncategorized
  • VIDEO

© 2022 TABURAPOS - Akurat dan Cerdas.

No Result
View All Result
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA

© 2022 TABURAPOS - Akurat dan Cerdas.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!