Sorong, TP – Pemalangan adat oleh Marga Kalami di pagar dan pintu depan Kantor Pertamina EP Sorong, Jalan Ahmad Yani, masih berlangsung hingga Kamis (1/10/2026). Sudah tiga hari sejak Selasa lalu, aktivitas kantor tetap berjalan lewat pintu belakang.
Pertemuan ahli waris Marga Kalami dengan manajemen Pertamina EP sore itu pukul 17.00–19.00 WIT belum menghasilkan kesepakatan. Biaya operasional buka palang yang awalnya ditawarkan Rp5 miliar naik menjadi Rp30 juta, namun ini masih jauh dari permintaan Rp50 juta. Sementara tuntutan utama berupa uang buka palang adat sebesar Rp1 miliar belum mendapat jawaban.
Ahli waris juga meminta perusahaan menandatangani surat pernyataan terkait tuntutan tersebut, namun tidak disetujui. “Uang Rp30 juta itu hanya untuk transportasi dan operasional, bukan penyelesaian. Permintaan Rp1 miliar belum dijawab,” ujar Erkanus Kalami, perwakilan ahli waris. Pihak perusahaan meminta waktu sekitar satu bulan untuk menanggapi nominal tersebut.
Karena belum ada titik temu, ahli waris meninggalkan ruang pertemuan dan mengancam langkah lebih tegas, termasuk menyegel area kerja Pertamina EP Sorong. Hingga berita diturunkan, Humas Pertamina belum memberikan tanggapan. [CR30-R2]










