Sorong, TP — Antrean kendaraan mencari solar bersubsidi kembali terlihat mengular di sejumlah SPBU Kota Sorong, beriringan dengan sorotan terhadap dugaan penyalahgunaan hingga penyelundupan BBM. Tabura Pos mengonfirmasi langsung kondisi tersebut kepada Ketua Hiswana Migas Sorong, Eddy Sabara.
Namun Eddy menegaskan pihaknya tidak berwenang menjelaskan persoalan tersebut. “Sudah dikonfirmasi ke pengurus. Hiswana Migas tidak punya kapasitas menjawab. Yang berwenang menjelaskan adalah Pertamina,” ujarnya melalui pesan WhatsApp.
Perlu dipahami, Hiswana Migas merupakan wadah pelaku usaha sektor hilir migas termasuk pengusaha SPBU, bukan lembaga regulator. Tidak menetapkan kuota, kebijakan distribusi, maupun melakukan penindakan hukum; kewenangan itu berada pada Pertamina dan BPH Migas. Meski begitu, organisasi ini tetap relevan sebagai jembatan komunikasi antara pengelola SPBU dengan pemerintah dan badan usaha.
Persoalan antrean tidak sekadar soal stok. Harus ditelusuri pula data pasokan, kuota, volume penyaluran, pola pembelian, hingga kepatuhan setiap SPBU terhadap aturan penyaluran BBM bersubsidi agar tepat sasaran. [CR30-R2]










