Manokwari, TP – Masjid Safa Marwa yang terletak diantara Perum Sogun Permai I dan Perum Alamanda – Sowi, mulai dibangun, Minggu (11/10/2026), ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Sekda Papua Barat, Ali B. Temongmere, Wakil Bupati Manokwari, Mugiyono, sesepuh K.H. Abdul Khalik, dan sejumlah tokoh lainnya.
Peletakan batu pertama ini menjadi jawaban atas kerinduan bagi warga di Perum Sogun Permai I dan Perum Alamanda yang sudah menanti selama kurang lebih sepuluh tahun memiliki masjid dekat dengan tempat tinggal.
Sekda Papua Barat, Ali B. Temongmere mengapresiasi semua pihak terutama para donatur, panitia, dan masyarakat yang sudah berusaha keras, bekerjasama untuk menghadirkan tempat ibadah tersebut. Menurutnya, kehadiran Masjid Safa Marwa menjadi salah satu implementasi moto Papua Barat yaitu Membangun dengan Hati, Mempersatukan dengan Kasih.
“Ini adalah bagian dari totalitas dan tanggung jawab membangun kesejahteraan masyarakat, moderasi, toleransi antar umat beragama bisa berjalan aman dan lancar. Kita tidak bisa bekerja sendiri, semua harus berkolaborasi untuk menghadirkan sesuatu yang bermanfaat,” ujar Temongmere.
Sekda berharap, kehadiran Masjid Safa Marwa kedepannya tidak hanya menjadi tempat untuk membangun mental spiritual tetapi juga menjadi tempat pendidikan.
“Pemerintah Provinsi Papua Barat tentu akan memberikan perhatian, tetapi akan diatur karena sesuai aturan tidak bisa terus menerus mendapatkan hibah. Tetapi kita harus yakin bahwa pembangunan Masjid Safa Marwa dapat terselesaikan,” pungkasnya.
Senada, Wakil Bupati Manokwari, Mugiyono mengatakan Pemkab Manokwari telah menyetujui pembangunan dengan Masjid Safa Marwa dengan mengeluarkan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
Mugiyono memastikan, Pemkab Manokwari juga akan memberikan perhatian terhadap pembangunan rumah ibadah tersebut. Kehadiran pemerintah untuk menjadi solusi bagi masyarakat.
“Pemkab Manokwari menyampaikan terima kasih dengan adanya Masjid Safa Marwa pasti potensi kebaikannya akan lebih banyak. Harapan kami, dengan hadirnya masjid ini kita tetap menjaga kerukunan dimana kita berada. Untuk panitia Insha Allah akan dimudahkan,” ujar Mugiyono.
Sementara itu, panitia pembangunan, Dudi Rahmadi melaporkan, Masjid Safa Marwa dibangun di atas tanah seluas 20×30 meter persegi. Tanah tersebut wakaf dari H. Suyanto dengan rencana luas masjid 25×18 meter persegi dengan dua lantai.
Ia mengatakan, kehadiran masjid tersebut sangat diperlukan warga karena di wilayah Sowi Gunung sudah terdapat sepuluh kompleks perumahan. Masjid ini kedepannya tidak hanya membangun keimanan tetapi juga pusat pendidikan sehingga mendatangkan keuntungan bagi semuanya.
“Pembangunan ini sudah dirindukan sejak 2017 lalu. Kita sudah lengkapi izin dan legalitasnya. Bahkan, Masjid Safa Marwa ini sudah ada majelis taklim nya. Dana awal kita terkumpul Rp50 juta tetapi sudah digunakan untuk membuka jalan. Kami mengharapkan bantuan pemerintah,” ungkapnya. [SDR-R2]









