Manokwari, TP – Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan memimpin langsung upacara bendera memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Provinsi Papua Barat di halaman Kantor Gubernut Papua Barat, Senin (12/10/2026).
Dalam pidatonya, Mandacan menegaskan, momentum ini merupakan kesempatan untuk mengenang sejarah perjuangan, mensyukuri hasil pembangunan, mengevaluasi kekurangan, perbaruhi tekad bersama untuk masa depan Papua Barat yang lebih baik.
Dikatakan Gubernur, perkembangan Papua Barat adalah perjalanan panjang masyarakat adat, pemerintah, tokoh agama, kaum perempuan, generasi muda dan seluruh elemen masyarakat yang turut berkontribusi bagi pembangunan daerah.
“Marilah kita hormati jasa pendahulu dengan melanjutkan perjuangan mereka melalui kerja nyata, pemerintah yang bertanggungjawab serta pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” pesan Mandacan dalam pidatonya.
Perjalanan pembangunan Provinsi Papua Barat, berbagai kemajuan telah tercapai, maka patut bersyujur atas perkembangan infrastruktur, penyelenggaraan pemerintah dalam melaksanakan pelayanan dasar hingga meningkatkan perlindungan lingkungan hidup dan kekayaan budaya masyarakat Papua Barat.
Dibidang pembangunan manusia, lanjut Mandacan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Papua Barat tahun 2025 mencapai 68,48, meningkat dari tahun 2024 sebesar 67,69.
Sedangkan, tingkat kemiskinan menurun signifikan dari 21,09 persen di tahun 2025 menjadi 19,58 persen pada September 2025 dan 18,68 persen pada Maret 2026. Lalu, tingkat pengangguran terbuka 4,19 persen pada Mei 2026, serta gini rasio 0,384 pada Maret 2026.
Kemudian, lanjut dia, pertumbuhan ekonomi tahun 2025 sempat tercatat sebesar 6,46 persen dan turun pada triwulan IV 2025 menjadi 4,73 persen. Capaian ini patut disyukuri namun tidak boleh berpuas diri.
Menurut Gubernur, statistik pembangunan harus terus diterjemahkan menjadi perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat Papua Barat yakni, anak-anak memperoleh pendidikan berkualitas.
Keluarga mendapatkan layanan kesehatan berkualitas, hak-hak masyarakat adat terlindungi, kesempatan kerja semakin luas melalui program Papua Barat Sehat, Cerdas dan Produktif.
“Keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari besarnya investasi atau pertumbuhan ekonomi Papua Barat. Keberhasilan sejatinya ketika manfaat pembangunan dapat dirasakan secara adil oleh seluruh masyarakat, terutama masyarakat adat, kelompok rentan serta generasi muda Papua Barat,” pungkas Mandacan. [FSM-R2]










