Manokwari, TP – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan resmi membuka Expo Pembangunan GKI Klasis Manokwari di SPGJ Lahai Roi Anday, Jalan Trikora Anday, Manokwari, Senin (19/10/2026).
Pameran memperingati HUT ke-70 GKI di Tanah Papua ini diharapkan menjadi wadah inovasi sekaligus memperkuat kolaborasi gereja dan pemerintah demi kemajuan masyarakat.
Dalam sambutannya, Mandacan menegaskan bahwa peran gereja tidak hanya sebatas tempat ibadah. Gereja, menurutnya, memiliki fungsi strategis sebagai agen perubahan yang turut mendorong keadilan sosial, menciptakan kedamaian, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia menilai tema perayaan tahun ini, yakni “Menjadi Gereja Pembawa Keadilan, Kedamaian, dan Kesejahteraan” sangat relevan dengan kondisi serta tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini.
“Gereja tidak hanya berperan sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mendorong keadilan sosial, menciptakan kedamaian, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Mandacan.
Menurut Gubernur, Expo Pembangunan GKI Klasis Manokwari ini menjadi ruang penting untuk memperkenalkan berbagai inovasi sekaligus memperkuat nilai-nilai keadilan dan kedamaian yang selaras dengan ajaran Kristiani. Selain itu, kegiatan ini menjadi wadah bagi jemaat dan masyarakat untuk saling berbagi pengetahuan, pengalaman, serta praktik terbaik dalam pembangunan.
“Semoga semangat kebersamaan dan persaudaraan senantiasa terjaga di antara kita, dan gereja dapat terus menjadi cahaya bagi masyarakat Papua Barat dan seluruh Indonesia,” ujarnya.
Lebih lanjut, Mandacan menekankan pentingnya kolaborasi yang erat antara pemerintah, gereja, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Ia menyebut gereja berada pada posisi strategis untuk membangun kesadaran sosial dan membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Oleh karena itu, ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada GKI Klasis Manokwari yang telah menginisiasi penyelenggaraan expo ini.
Gubernur Mandacan berharap, kegiatan tersebut tidak hanya memamerkan potensi dan kreativitas setiap jemaat, tetapi juga mempererat persaudaraan dan semangat gotong royong.
“Dengan harapan bahwa melalui acara seperti ini, semangat gotong royong dan kebersamaan dapat semakin diperkuat, mendukung tercapainya kemajuan yang lebih signifikan di Tanah Papua,” tandasnya. [*FSM-R2]










