Manokwari, TP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari melalui Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah pemangku kepentingan untuk memperkuat keamanan dan kenyamanan pariwisata, menyusul peristiwa penganiayaan terhadap seorang warga negara asing (WNA) asal Belanda di kawasan Amban, belum lama ini.
Rapat koordinasi yang berlangsung di salah satu hotel di Manokwari, Kamis (29/10), tersebut melibatkan sejumlah pihak, di antaranya Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora), Universitas Papua (Unipa), Polda Papua Barat, Polresta Manokwari, Imigrasi Papua Barat, Satpol PP, agen perjalanan wisata, Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA), Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Papua Barat dan Manokwari, serta Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Manokwari.
Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Kabupaten Manokwari, Immanuel Pangaribuan, mengatakan rapat koordinasi tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas peristiwa penganiayaan terhadap WNA yang sedang melakukan perjalanan wisata di sekitar wilayah Amban.
“Pada pertemuan ini hadir beberapa pemangku kepentingan terkait pariwisata. Kami membicarakan penanganan dan langkah-langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penanganan terhadap korban telah dilakukan sesuai prosedur. Sejumlah lembaga terkait juga telah memberikan pendampingan kepada korban. Saat ini, korban dilaporkan telah kembali ke Jayapura.
Menurut Pangaribuan, selain memastikan penanganan korban, langkah pencegahan menjadi perhatian utama pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara, terhadap keamanan destinasi wisata di Manokwari.
Ia menyebutkan, berdasarkan informasi yang diperoleh, pelaku penganiayaan diduga berada di bawah pengaruh minuman keras saat kejadian berlangsung. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa secara umum Manokwari tetap aman untuk dikunjungi wisatawan.
“Melalui rapat koordinasi ini, kami ingin menegaskan bahwa Manokwari aman untuk berwisata. Karena itu, diperlukan kerja sama semua pihak untuk menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan,” katanya.
Pangaribuan menambahkan, terdapat sejumlah langkah yang menjadi kesimpulan dalam pertemuan tersebut. Di antaranya memperkuat koordinasi dalam penanganan orang asing, meningkatkan pengamanan dan kenyamanan wisatawan di objek-objek wisata, serta mengidentifikasi dan memetakan lokasi wisata yang berpotensi memiliki kerawanan keamanan.
Pemetaan tersebut akan menjadi dasar bagi para pemangku kepentingan untuk menentukan langkah antisipasi sesuai kondisi di lapangan. Dinas Pariwisata sebagai penanggung jawab akan berkoordinasi dengan kepolisian, agen perjalanan wisata, HPI, serta organisasi perangkat daerah terkait di lingkungan Pemkab Manokwari.
Ia berharap, melalui sinergi lintas sektor tersebut, pengawasan dan pelayanan terhadap wisatawan dapat semakin ditingkatkan, sehingga Manokwari tetap menjadi daerah tujuan wisata yang aman, nyaman, dan memberikan kesan positif bagi setiap pengunjung. [SDR-R2]










