Manokwari, TP – Sebanyak 41 orang seniman dan seniwati dari 49 orang yang mengikuti Pelatihan Penjurian tingkat Provinsi Papua Barat direkomendasikan sebagai calon peserta sertifikasi juri nantinya oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Kedua (LSP P2) Bidang Kebudayaan dan Kesenian, Kementerian Kebudayaan tahun 2027.
Informasi yang diimpun, dari 41 seniman calon peserta sertifikasi juri oleh LSP P2 tahun 2027 terdiri dari 2 orang calon juri kelas Band, 13 orang calon juri kelas Paduan Suara, 2 orang calon juri kelas Vokal, sebanyak 6 orang calon juri kelas Musik Tradisional dan 18 orang calon juri kelas Tari.
Sedangkan, 5 orang lainnya direkomendasikan untuk mengikuti kembali pelatihan penjurian tahun 2027 dan sisanya tidak direkomendasikan untuk mengikuti pelatihan penjurian maupun sertifikasi juri.
Pelatihan penjurian tingkat Provinsi Papua Barat diinisiasikan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Papua Barat bekerjasama dengan Urusan Pembinaan dan Pengembangan SDM Dirjen Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan.
Dengan narasumber yang dihadirkan, Demila Simomara dari pusat dan dua narasumber lainnya, Jefri Zeth Tendissa dari Provinsi Papua dan George Yomaki dari Papua Barat.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Papua Barat, Jafar Werfete mengatakan, pelatihan penjurian ini bukan saja memenuhi target Disbudpar Papua Barat dalam rangka mewujudkan visi dan misi Gubernur Papua Barat dari sisi program Papua Barat Produktif saja.
Tetapi, kata Werfeta, pelatihan penjurian tingkat Provinsi Papua Barat merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan daya sain kesenian terutama seni pertunjukan yang lebih baik di Papua Barat.
“Dengan kita mencetak juri yang kopeten dan professional, tidak hanya berperan memberikan penilaian yang jujur, transparan dan independensi. Tentunya dengan sendirinya meningkatkan standar dari seni pertunjukan itu sendiri,” kata Werfete saat menutup resmi Pelatihan Penjurian Tingkat Provinsi Papua Barat, Kamis (5/11/2026).
Dirinya berharap, dengan pelatihan ini para seniman bersama Pemprov Papua Barat dapat mendorong daya sain dari seni pertujukan di Papua Barat. Pelatihan ini tidak hanya berdampak terhadap personal sendiri tetapi secara umum terhadap seni pertunjukan di Papua Barat.
“Saya sudah dengar nama-nama yang direkomendasikan sebagai calon peserta sertifikasi juri tahun 2027. Saya bersama jajaran akan memperjuangkan hal ini, kita akan berupaya hingga juri-juri di Papua Barat mengikuti tahapan sertifikasi,” pungkas Werfete.
Lebih lanjut, kata Werfete dengan adanya pelatihan ini, pihaknya akan mendata juri-juri seni pertunjukan di Papua Barat, baik di tingkat provinsi maupun 7 kabupaten lainnya di Papua Barat.
“Hal ini perlu, supaya kita tahun kebutuhan juri-juri seni pertunukan di Papua Barat. Tetapi juga, dapat mengetahui juri yang sudah disertifikasi dan yang belum disertifikasi. Hasil hari ini kita akan laporkan ke Gubernur Papua Barat, karena ini merupakan program Papua Barat Produktif,” singkat Werfete.
Sementara itu, salah satu seniman Tari Papua Barat, Simsom Lawari mewakili teman-teman seniman, seniwati dan budayawan di Papua Barat, dirinya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemprov Papua Barat melalui Bidang Kesenian, Disbudpar Papua Barat yang menyelenggarakan kegiatan ini.
“Kegiatan ini merupakan pergumulan panjang kami seniman dan seniwati serta budayaan yang ada di Manokwari dan Provinsi Papua Barat. Pergumulan ini sangat panjang akhirnya terlaksana. Ini merupakan kegiatan yang pertama bukan saja di Papua Barat tetapi se Tanah Papua,” kata Lawari saat memberikan kesan dan pesan kegiatan tersebut.
Kegiatan ini akan berlanjut di tahun depan, maka dengan kerendahan hati diharapkam dapat diperhatikan agar dapat terlaksana di tahun 2027 mendatang terutama peserta yang direkomendasikan maupun yang belum sempat mengikuti, harapnya.
“Kegiatan ini sangat luar biasa, karena dalam kegiatan ini kita yang diberikan kepercayaan duduk di meja juri diuji kompetensi kita. Bukan kita tidak punya kemampuan, tetapi lewat kegiatan ini kita diuji kembali,” tandas Lawari. [FSM-R2]










