Manokwari, TP – Penjabat Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpauw melaksanakan penanaman 1000 pohon buah bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Ibu Wury Ma’ruf Amin beserta ibu-ibu OASE KIM secara virtal di kawasan lahan pangan Susweni Manokwari, Rabu (1/2/2023).
Pencanangan Penanaman 1000 Pohon Buah yang dipusatkan di sekitar kawasan Candi Borobudur Kabupaten Magelang Jawa Tengah dilakukan oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Ibu Wury Ma’ruf Amin dan Ibu-ibu Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE KIM) secara serentak di 35 Provinsi di seluruh Indonesia.
Dalam kegiatan ini, Pemprov Papua Barat penanaman pohon buah dilakukan di atas lahan seluas 79 hektar. Pohon yang ditanam diantaranya pohon buah papaya, mangga, langsat, rambutan dan juga pohon buah durian kurang lebih 100 bibit tanaman buah.
Penjabat Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpauw mengatakan dari 79 ha lahan yang disiapkan baru dimanfaatkan 4 ha untuk membudidayakan tanaman sumber pangan, seperti toma, cabai, terong, timun, kacang, buncis dan sayuran lainnya.
“Dalam kegiatan ini, kita di Papua Barat diminta mengikuti dengan zoom virtual bersama ibu Negara. Ibu bolak balik tadi Tanya, mana Papua Barat. itu artinya ada kebahagiaan dari ibu untuk mendengar suara dari Papua Barat,” terang Waterpauw dalam arahannya.
Menurutnya, untuk mensukseskan kegiatan ini, perlu adanya kolaborasi antara universitas Papua bersama IPB. “Kita berguru dengan teman-teman di sana. Kita tahu di sini ada balai pertanian nanti juga akan kita dorong bersama-sama agar memiliki hasil penelitian dari olahan buah-buahan atau sayur-sayuran agar dapat bermanfaat untuk yang lain,” ujar dia.

Untuk memperbaiki kualitas hasil tanam, Pemprov Papua Barat juga akan memperbaiki lahan pangan Susweni supaya menjadi lahan modern dan berkelanjutan. Ke depan, akan dibuat adanya jalur kendaraan dan rumah pembibitan, rumah pupuk kompos untuk pengolahan pupuk organic.
“Kedepan saya mau mendorong agar tidak saja dari pemerintah tetapi juga dari masyarakat. Bagi saya masyarakat harus dibangkitkan dengan semangatnya sendiri yang nantinya difasilitasi oleh kita. kita akan jadikan lahan disini sebagai ekoedukasi dan juga ekowisata,” harapnya.
Menurutnya, Papua Barat hari ini belum mempunyai produksi andalan, dan masih rata-rata air saja, PAD Papua Barat belum punya, sehingga salah satu yang direncanakan adalah lahan pertanian yang dapat dikembangkan dengan pola-pola seperti kegiatan tersebut.
“Bayangkan saja, kalau 4 hektar saja sudah seperti ini bagaimana dengan 79 hektar. Artinya, kalau kita mau serius, lahan ini saja sudah bisa menghasilkan banyak tanaman yang bisa mendatangkan uang,” tandas Waterpauw.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunanan Provinsi Papua Barat, Jacob Fonataba mengatakan, dalam program pencanangan penanaman 1000 pohon ini, pihaknya memanfaatkan kawasan lahan pangan Susweni dengan menanamkan tanaman sela dan tanaman penguat teras.
BACA JUGA : https://taburapos.co/2023/02/02/belasan-peserta-ramaikan-lomba-paduan-suara-dan-solo-semarak-168-hut-pi/
Tanaman-tanaman ini, kata Fonataba, ditanam untuk mencegah adanya erosi, mencegah sirkulasi udara dan mengurangi emisi karbon.
“Dalam kegiatan ini kita menanam 100 pohon anakan durian. Jadi kita mengikuti pencanangan nasional 1000 pohon, kita disini mengambil 100 pohon. Di seluruh Indonesia ada 35 provinsi, kalau tiap provinsi 100 berarti sudah 3.500 pohon,” singkat Fonataba kepada wartawan di sela-sela pencanangan penanaman 1000 pohon di Susweni, kemarin. [FSM-R3]




















