Manokwari, TABURAPOS.CO – Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Papua Barat belum sempat menjalankan program pemberdayaan masyarakat pesisir, pulau dan masyarakat perbatasan antar negara.
Kepala Dinsos Papua Barat, Lasarus Indouw mengatakan, program ini memang ada pada dinas sosial, tetapi di tahun ini tidak dianggarkan.
Dikatakan Indouw, program pemberdayaan bagi masyarakat perbatasan antar negara seperti di Pulau Fani, Kabupaten Raja Ampat yang berbatasan langsung dengan Republik Palau.
“Programnya ada, hanya saja belum dianggarkan di tahun ini. Sehingga kemarin kita tidak sempat ikut bersama gubernur ke Pulau Fani. Namun, melalui Dinas Sosial Raja Ampat akan kita menyerahkan bantuan bagi masyarakat perbatasan antar negara,” kata Indouw kepada wartawan di Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (29/8/2022).
Lebih lanjut, kata Indouw, program pemberdayaan masyarakat antar negara sama seperti program umum lainnya, seperti bantuan bagi para nelayan, bahan makanan, bantuan bahan rumah (BBR) dan lainnya.
BACA JUGA: Sistem Kearsipan Pemprov Papua Barat Ditata Kembali
“Kita membantu sesuai dengan bantuan atau proposal yang dimasukan ke dinas. Tapi, ini kita belum sempat anggarkan kalau bantuan darurat bencana ada,” jelas Indouw.
Disinggung terkait pesan gubernur terhadap perhatian pemerintah bagi masyarakat di perbatasan negara, kata Indouw, memang perhatian pemerintah bagi mereka sangatlah perlu.
“Jadi apa yang disampaikan bapak gubernur akan segera kita terjemahkan dalam program kegiatan. karena beliau sudah turun ke perbatasan negara dan melihat kondisi disana, maka sebagai bawahan akan segera kita tindaklanjuti,” tandas Indouw. [FSM-R4]




















