Manokwari, TABURAPOS.CO – Kepala Bidang Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Manokwari, Philipus Pattikayhatu mengaku, pihaknya masih mengalami kendala dalam melakukan pembinaan operator di sekolah dasar dalam penginputan program bantuan dari pemerintah pusat baik untuk kesejahteraan guru maupun muri-murid.
Menurutnya, ada beberapa data penting yang harus dipahami oleh setiap operator di sekolah agar bisa mendapatkan bantuan dana dari pemerintah pusat, yakni data siswa dan data dapodik.
“Kalau data siswa berkaitan dengan NIP banyak teman-teman di sekolah pinggiran tidak punya NIP dan itu harus diinput melalui aplikasi, dan teman-teman di pinggiran belum menguasai ini karena semua serba aplikasi,” jelasnya kepada wartawan di Kantor Disdikbud Manokwari, beberapa waktu lalu.
Lanjutnya, data kedua adalah data guru, karena berkaitan dengan kesejahteraan guru melalui sertifikasi.
“Data ini juga penting diinput karena kasihan guru-guru di pinggiran yang tidak terinput tidak mendapatkan sertifikasi,” ungkapnya.
Selain itu, ungkap dia, data yang benar-benar belum dimanfaatkan oleh sekolah pinggiran adalah data sarana prasarana (sarpras).
Dirinya mengungkapkan, data sapras merupakan bantuan dari pemerintah pusat berupa proyek-proyek fisik.
“Ini yang mereka belum paham, padahal bantuan ini ada pusat, tetapi belum benar-benar dimanfaatkan,” ungkapnya.
BACA JUGA: Komisi A DPRD Manokwari Dorong Sistem Pembinaan Keolahragaan
Dia menambahkan, pihaknya sudah mengupayakan adanya pembinaan bagi operator setiap sekolah. Namun, program itu belum jelas apakah disetujui atau tidak oleh Bappeda.
“Program ini masih tarik menarik, sehingga saya mengharapkan pihak Bappeda harus paham permasalahan ini, karena masalah kita tidak bisa tuntaskan,” pungkasnya. [SDR-R3]




















