Manokwari, TABURAPOS.CO – Keresahan warga Sanggeng terkait adanya kabar relokasi setelah pengukuran tanah ditepis Kepala Fasharkan TNI-AL Manokwari, Kolonel Laut (T) Priyonggo Syamrahmadi.
Priyonggo menegaskan, kabar relokasi warga Sanggeng setelah adanya pengukuran, tidaklah benar karena tidak ada wacana tersebut.
“Wacana relokasi tidak ada,” tegas Priyonggo singkat saat ditemui Tabura Pos setelah mengikuti upacara peringatan hari jadi Kota Manokwari ke-124 di kantor Bupati Manokwari, Selasa (8/11).
Priyonggo mengaku, yang dilakukan pihak Fasharkan TNI-AL Manokwari hanya melakukan pengukuran, dan itu dilakukan berdasarkan perintah dari atasan.
“Kalau dari kami, kami hanya melaksanakan perintah dari atas, hanya pengukuran, tidak lebih daripada itu karena pengukuran itu saja. Kalau yang lain-lain dari pada itu bupati yang berikan komentar,” pungkas Priyonggo.
BACA JUGA: Hari Jadi ke 124, Pemda Manokwari Ingin Lestarikan Noken dan Mahkota
Seperti diketahui, sejak awal pengukuran yang dilakukan pihak Fasharkan TNI-AL Manokwari, muncul berbagai dinamika di Manokwari.
Sejumlah warga Sanggeng yang lokasinya terkena pengukuran melakukan aksi blockade jalan utama di Manokwari, tepatnya di perempatan traffic light Jl. Yos Sudarso, Sanggeng.
Blokade jalan, terang Priyonggo bahkan dilakukan sampai dua kali, pertama pada 14 Oktober dan kedua pada 7 November blockade terjadi lebih besar karena sempat diwarnai pembakaran ban di beberapa titik jalan. [SDR-R3]




















