Manokwari, TABURAPOS.CO – Penutupan turnamen e-Sport Piala Gubernur Papua Barat 2022 secara resmi ditutup di Auditorium TP PKK Provinsi Papua Barat, Arfai, Manokwari, Sabtu (10/12).
Turnamen ditutup Asisten I Setda Provinsi Papua Barat, Melkias Werinussa. Dalam sambutannya, ia berharap pembinaan dan pendampingan terhadap para atlet e-Sport di Papua Barat harus ditingkatkan dalam upaya menciptakan dan menghasilkan para atlet yang profesional.
Menurutnya, Pemprov akan terus mendukung dan bersinergi bersama PBESI Papua Barat untuk terus melaksanakan kegiatan yang positif, pembinaan generasi Papua Barat yang lebih baik, sehingga terhindar dari hal negatif.
Dia juga berpesan agar para atlet terus berlatih dan berjuang untuk mengasah kemampuan dan kreativitasnya dalam dunia e-Sport.
“Kita harap ada kegiatan yang sama bila perlu kita menyelenggarakan turnamen nasional di Papua Barat agar ekosistem e-Sport di Papua Barat dapat berkembang dan membantu pemerintah dalam meningkatkan PAD,” katanya.

Ketua Umum e-Sport Papua Barat, T.S.P. Silaban mengatakan, setelah grand final, pengurus sudah menetapkan atlet yang akan disiapkan untuk dibina dan dilatih dalam menghadapi PON mendatang.
Selain itu, para atlet ini nanti akan dijadikan duta yang mewakili Provinsi Papua Barat pada perhelatan tersebut.
Ia menambahkan, pada 2023, PBESI bisa menyelenggarakan turnamen yang lebih besar lagi sesuai arahan Penjabat Gubernur Papua Barat pada pembukaan babak grand final, beberapa hari lalu.
Dengan demikian, para atlet yang disiapkan akan mempunyai pengalaman dan jam terbang yang sama dengan atlet provinsi lain serta penguatan mental PON 2024 yang akan diselenggarakan di Provinsi Sumatera Utara dan Aceh.
Silaban juga berharap para atlet tetap semangat dalam mengembangkan bakat dan kemampuan agar kelak bisa memberikan kejayaan bagi Provinsi Papua Barat di kancah nasional maupun internasional.

Dikatakan Silaban, pengurus PBESI berkomitmen untuk menciptakan ekosistem e-Sport yang akan terus berkembang dan akhirnya akan membawa nama Papua Barat menjadi provinsi yang dapat memajukan atlet e-Sport yang profesional dan diperhitungkan di tingkat nasional maupun internasional.
“Hari ini kita sudah sampai pada acara closing ceremony setelah babak grand final yang diselenggarakan sejak 6-9 Desember 2022,” katanya.
Berdasarkan data yang dihimpun Tabura Pos, turnamen e-Sport ini mempertandingkan 4 cabang, yakni PUBG Mobile, Free Fire, Mobile Legend, dan PES 2021.
Turnamen digelar selama 2 bulan dengan jumlah tim dari berbagai daerah, yaitu: 150 tim dari Manokwari, 80 tim dari Kota Sorong, 4 tim dari Kabupaten Sorong, 42 tim dari Kabupaten Fakfak, 20 tim dari Kabupaten Teluk Bintuni, 9 tim dari Kabupaten Raja Ampat, 9 tim dari Kabupaten Kaimana, 5 tim dari Kabupaten Manokwari Selatan, 2 tim dari Kabupaten Teluk Wondama, dengan total 4.205 atlet.
Tim yang keluar sebagai juara, yaitu: dari cabang PUBG diraih TPK 48 New Hope asal Kota Sorong dengan 88 poin, terminator yakni DWYGHZ Lembang dari tim VIO ID dengan total kill 17.
Juara pertama Free Fire diraih Cahaya Timur asal Fakfak dengan 161 poin, keluar sebagai terminator Alexandro Nugroho Awal dari tim Cahaya Timur dengan total kill 37.
Kemudian, juara pertama Mobile Legend diraih NKINS AMIDIS asal Kota Sorong, keluar sebagai MVP, Nicolas F. Sibarani.
Terakhir dari cabang PES 2021, juara pertama diraih tim The Tampans asal Manokwari, adapun top score atas nama Valdo C. Waroy dari tim The Tampans dengan jumlah 10 goal. [AND-R1]




















