Manokwari, TP – Pertumbuhan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Manokwari selama dua tahun terakhir 2022-2023 dinilai pengalami pertumbuhan pesat.
Hal itu, bisa dilihat dari banyaknya pelaku UMKM yang mengurus izin di Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Manokwari
Kepala Bidang Perizinan DPM-PTSP Manokwari, Ahmad Ramija Lessy mengatakan, pengurusan perizinan usaha saat ini sudah sangat mudah dengan sistem Online Single Submission (OSS).
Menurutnya, masyarakat pelaku usaha bahkan sudah banyak yang mengetahui pengurusan perizinan usaha dengan sistem OSS tersebut.
“Dari 2021 sampai sekarang, masyarakat sudah lebih banyak tahu. Banyak yang sudah urus dengan OSS, karena gampang, mudah, bisa diakses dimana saja, kita tinggal melakukan pendampingan,” kata Ramija Lessy kepada Tabura Pos, di salah satu hotel di Manokwari, Kamis (6/7).
Dijelaskannya, khusus pengurusan perizinan usaha jenis UMKM bisa langsung keluar, tetapi untuk perusahaan kategori perusahaan besar harus ada beberapa persyaratan yang dilengkapi sebab verifikasi bisa tingkat pusat, provinsi atau kabupaten.
Ramija Lessy mengutarakan, yang lebih banyak disisir dinas dalah pelaku UMKM, karena salah satu tujuan OSS memberikan legalitas kepada pelaku UMKM lebih berkembang.
Dirinya menyebutkan, dari data 2022 sampai pertengahan tahun 2023 sekitar 838 pelaku UMKM yang sudah mengurus melalui sistem OSS, meliputi kios, produksi rumah dan kategori lainya.
“Dengan data ini sudah pasti perkembangan ekonomi semakin meningkat, pertumbuhan UMKM semakin banyak, dan bagi pelaku UMKM yang sudah punya OSS lebih mudah mendapatkan kredit usaha di bank,” ungkapnya.
Kepala Bidang Perizinan DPM-PTSP Manokwari, Ahmad Ramija Lessy mengutarakan, pihaknya terus melakukan sosialisasi pengurusan perizinan sistem OSS bekerjasama dengan dinas terkait.
Dirinya menambahkan, DPM PTSP di Bidang Perizinan menjalankan program pelayanan keliling dengan bekerjasama bersama kepala kampung.
“Kita melakukan pelayanan keliling, sementara belum melaksanakan, dalam waktu dekat sudah mulai aktif. Biasa menyurat ke kepala kampung kumpul masyarakat yang punya usaha, bawa berkas lengkap kita bantu proses hari itu juga jadi,” pungkas Ramija Lessy. [SDR-R3]




















