Manokwari, TP – Seorang kepala kampung di Distrik Warmare, Kabupaten Manokwari berinisial AM (54 tahun) yang ditemukan tewas di tanjakan Marampa menuju Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (26/6) silam, diduga korban pembunuhan.
Untuk mengungkap kasus tersebut, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi dan mengamankan barang bukti. Bahkan, penyidik sudah mengendus orang yang diduga dalang dalam kasus pembunuhan korban AM.
Kasat Reskrim Polresta Manokwari, AKP Nirwan Fakaubun mengatakan, pihaknya sudah memeriksa sekitar 7 saksi dan mengamankan sejumlah barang bukti di tempat kejadian perkara (TKP), seperti handphone yang masih diperiksa.
Lanjut dia, penyidik sedang merencanakan untuk memeriksa sejumlah saksi lagi untuk menemukan kronologis dari peristiwa tersebut.
“Kita sedang mencari tahu seperti apa kejadiannya, sebelum dan setelah peristiwa. Dugaan sementara, sudah ada, tetapi kita memastikan lagi, ada beberapa orang yang sudah kita duga dalang dari perbuatan tersebut, tetapi kita mencari lain agar alat buktinya terpenuhi dari terduga ini,” papar Kasat Reskrim kepada Tabura Pos di Polresta Manokwari, Kamis (6/7).
Dikatakan Fakaubun, terduga pelaku pembunuhan AM lebih dari 1 orang, sehingga penyidik sedang memantapkan dengan saksi lain agar kronologis atau faktanya terbuka.
Ditanya soal indikasi balas dendam, Kasat Reskrim mengatakan, hal tersebut masih didalami dan harus dibuktikan melalui proses pemeriksaan.
“Kalau soal aksi balas dendam, masih didalami karena informasi di luar, kita tidak bisa terima mentah-mentah. Kita harus melalui pemeriksaan,” katanya.
Disinggung soal penemuan selongsong peluru yang ditemukan di sekitar lokasi penemuan jenazah AM, ia mengatakan, sudah dicek dan tidak ada kaitannya dengan peristiwa tersebut.
“Hasil visum korban sudah jelas, banyak luka benda tajam, termasuk satu tombak yang tertancap di badan. Kalau selongsong peluru, tidak ada hubungannya,” kata dia.
Seperti diketahui, seorang kepala kampung ditemukan tewas mengenaskan di tanjakan Marampa, Sowi, Distrik Manokwari Selatan, Manokwari, Senin (26/6) sekitar pukul 13.00 WIT.
Ketika ditemukan, di tubuh korban terdapat sejumlah luka, bahkan ada besi sekitar 1 meter yang tertancap di bagian tubuh korban.
Tidak jauh dari penemuan jenazah, terdapat 1 selongsong peluru yang berada di jalan aspal, tetapi tidak ada bercak darah di sekitar lokasi penemuan mayat.
Setelah dilakukan olah TKP, jenazah langsung dievakuasi ke kamar mayat RSUD Manokwari. Dari olah TKP, korban mengenakan baju kaos berwarna putih dan celana pendek berwarna merah muda.
Dari lokasi penemuan jenazah, polisi mengamankan barang bukti, diantaranya 1 parang, 1 sarung parang, 1 handphone, 1 pasang sandal jepit yang diduga milik korban, 1 tombak, dan 1 selongsong peluru. [AND-R1]




















