Manokwari, TABURAPOS.CO – Pemerintah Provinsi Papua Barat tengah berduka atas berpulangnya dua pejabat dan seorang pegawai di lingkungan Pemprov Papua Barat.
Untuk mengenang dan mendoakan almarhum, seluruh peserta apel gabungan di Lingkungan Pemprov Papua Barat, Senin (7/8) mengheningkan cipta bersama yang dipimpin oleh Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Setda Provinsi Papua Barat, Melkias Werinussa di halaman kantor gubernur Papua Barat, kemarin.
Melkias Werinussa mengatakan, mengheningkan cipta dimaksudkan untuk mengenang dan mendoakan Kepala Dinas Kehutanan Papua Barat, F.H Runaweri yang telah wafat pada, Minggu (6/8) malam sekitar pukul 20.20 WIT di Rumah Sakit Angkatan Laut, dr. Azhar Zahir.
Almarhum Runaweri menghembuskan nafas terakhirnya karena sakit dan telah dirawat secara intensif di rumah sakit tersebut.
Setelah beberapa jam berlalu, kabar duka kembali terdengar atas wafatnya Leonel R. Koirewoa yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat pada Bappeda Papua Barat. Leo sapaan akrabnya berpulang pada, Senin (7/8) dini hari.
Kabar duka juga kembali disampaikan, atas meninggalnya Andaries Rumbewas salah satu pegawai pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Papua Barat, yang mengalami kecelakaan di Kabupaten Teluk Bintuni.
“Jadi kita berduka di hari ini, maka saya mengajak kita semua untuk mengheningkan cipta untuk mereka yang dipanggil pulang dan semoga mereka diterima di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa,” kata Werinussa sebelum memberikan arahan apel pagi.
Lebih lanjut, Werinussa menyampaikan, sesuai informasi dari pihak keluarga, Almarhum F.H Runaweri akan dimakamkan pada hari Selasa (hari ini) di tempat pemakaman umum Kampung Dowansiba, Amban.
“Untuk Almarhum Bapak Leo, informasinya belum kami dapatkan dari keluarga. Nanti teman-teman Bappeda tolong diinformasikan secepatnya,” pinta Warinussa.
Untuk mengurus administrasi kepegawaiannya, Werinussa juga meminta kepada Sekretaris Dinas Kehutanan, Bappeda dan BPBD Papua Barat untuk segera berkoordinasi dengan Taspen.
“Supaya jangan ketika sampai ditempat pemakaman hanya diberikan bendera merah putih saja dan hak-hak lainnya menyusul. Tapi, kita ubah itu, supaya ketika diberikan bendera merah putih, maka diberikan juga hak-hak mereka,” tegas Werinussa.
Menurutnya, pihak Taspen sangatlah tanggap dan merespon cepat, hanya saja pihak yang mengurusnya yang belum ada. “Jadi sekretaris tolong berkoordinasi dengan taspen dan data-datanya juga diberikan, agar ketika pemakaman selesai mereka juga mendapatkan hak-hak mereka,” tukas Werinussa.
Sosok Almarhum Hendrik Runaweri di Mata Werinussa
Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan, Setda Papua Barat, Melkias Werinussa mengatakan, Almarhum Hendrik Runaweri merupakan sosok yang ramah, bak orang Jawa, namun asli Papua.
“Saya tidak pernah menemukan (orang seperti almarhum), ketika beliau marah dan meledak-meledak seperti orang timur. Tapi, beliau sangatlah santun dan dapat menempatkan dirinya ditempat dimana beliau berada dan dapat memimpin,” uangkap Werinussa usai apel pagi kemarin.
Werinussa mengisahkan, disaat ada duka di rumah salah satu pejabat maupun pegawai di lingkungan Pemprov Papua Barat, Almarhum Runawerilah yang biasanya memimpin OPD untuk bernyanyi.

“Memang jiwa seni mengalir, kami sangat kehilangan sosok beliau. Potensi beliau juga sebagai kepala dinas kehutanan yang cukup bagus dan selama ini berjalan maksimal. Jadi kesannya baik,” ungkapnya.
Ditanya terkait kinerja almarhum selama mengabdi di lingkungan Pemprov Papua Barat, almarhum menjawab sejak Pemprov Papua Barat terbentuk. “Beliau sudah memasuki masa purna dan lulus jabatan fungsional. Beliau tinggal menerima SK dari Kementerian dan dilantik sebagai tenaga fungsional. Sayang sekali, terlalu cepat beliau di dipanggil pulang,” kata Werinussa.
Ditanya terkait proses pemakaman dipimpin oleh Gubernur, terang Werinussa, masih menyesuaikan situasi dan kondisi bahwa Pj. Gubernur yang akan memimpin upacara pemakaman Almarhum Runaweri.
“Sakit ini kita tidak tahu, tapi informasi dari keluarga, beliau sakit pertamanya tersiram air panas di kakinya, terus luka dan luka inilah yang menyebabkan beliau sakit panjang,” tandas Werinussa. [FSM-R3]




















