Manokwari, TABURAPOS.CO – Puskesmas Sowi bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Manokwari, melakukan fogging atau penyemprotan di Kompleks Perumahan Sowi Gunung (Sogun) Permai I, Distrik Manokwari Selatan (Mansel).
Fogging yang dilakukan untuk menstrerilkan lingkungan Perumahan Sogun Permai I yang diakibatkan adanya tiga orang anak di bawah umur lima tahun di kompleks tersebut terjangkit demam berdarah (DBD).
Kepala Puskesmas Sowi, Gerda Boseren membenarkan bahwa ada tiga orang anak di bawah umur lima tahun yang terkena demam berdarah (DBD) tersebut.
“Jumlah anak yang terkonfermasi DBD ada 3 Anak. Laki-laki usia 4 tahun 9 bulan, perempuan usia 1 tahun 10 bulan dan usia 5 tahun,” jelas Boseren kepada Tabura Pos via WhatsApp, Jumat (17/11).
Gerda Boseren menerangkan, informasi dan data tiga orang anak di komplek Perumahan Sogun Permai I yang terkena DBD di wilayah kerja Puskesmas Sowi diperoleh berdasarkan laporan dari pihak rumah sakit.
“Kami dapat informasi dari rumah sakit dan menindaklanjuti hal ini Puskesmas Sowi menurunkan satu tim ke lokasi,” Hasil tim yang turun lapangan, ungkap Gerda, pihak Puskesmas Sowi melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk melakukan fogging atau penyemprotan.
Menurutnya, meski anak-anak tersebut sudah sembuh dan pulang dari rumah sakit, namun fogging tetap dilakukan dengan tujuan untuk mensterilkan kompleks tersebut dari virus DBD.
“Langkah mereka itu sudah, karena menindaklanjuti kasus ini, artinya walaupun pasien sudah pulang tapi sasarannya ada satu kompleks itu jangan sampai kena yang lain lagi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, fogging atau penyemprotan dilakukan sampai radius 200 meter dari rumah pasien di kompleks itu.
“Fogging dilakukan sampai radius 200 meter dari rumahnya untuk mensterilkan lingkungan itu,” pungkas Gerda Boseren.
Pantauan Tabura Pos, fogging dilakukan sejak Kamis (16/11). Petugas dari Puskesmas Sowi dan Dinkes Manokwari melakukan penyemprotan sampai ke dalam parit sepanjang radius 200 meter dari rumah korban DBD.[SDR-R3]




















