Manokwari,TABURAPOS.CO – Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Papua Barat menyalurkan sebanyak 1.000 paket sembako bantuan bagi masyarakat di Distrik Kayuni dan Distrik Fakfak Timur, Kabupaten Fakfak, Selasa, (12/12).
Program Cadangan Pangan ini bersumber dari APBD Papua Barat Tahun Anggaran 2023, dengan sasaran penerima manfaat adalah masyarakat Nasrani yang merayakan Hari Raya Natal Tahun 2023.
Sebelumnya, kegiatan yang sama dilaksanakan pada April 2023, yang dikhususkan bagi masyarakat Muslim di Kabupaten Fakfak yang merayakan hari raya lebaran.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Papua Barat, Lasarus Ullo mengatakan, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Fakfak sangat menyambut baik program cadangan pangan menjelang hari raya Natal dan tahun baru ini.
Sebab, kata Ullo, melalui Penjabat Gubernur Papua Barat, Ali Baham Temongmere yang baru menjabat beberapa bulan. Tetapi, dapat memperhatikan masyarakat di Kabupaten Fakfak.
“Penyaluran 1.000 paket sembako ini, tadi kami serahkan secara simbolis Bupati Fakfak yang di wakili Kepada Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Fakfak yang bersama Asisten I Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Fakfak yang selanjutanya diserahkan kepada Dua Kepala Distrik, yakni Kepala Distrik Kayuni dan Distrik Fakfak Timur,” kata Ullo yang dihubungi Tabura Pos via teleponnya, semalam.
Dikatakan Ullo, Distrik Kayuni dan Distrik Fakfak Timur mayoritas penduduknya beragama Kristen. Sehingga, penyaluran paket sembako ini disalurkan ke dua distrik tersebut.
Lebih lanjut, saran Ullo, jika ada sisa pembagian paket sembako kiranya dapat diberikan juga kepada masyarakat Nasrani yang berada di distrik lainnya di kabupaten Fakfak.

“Mungkin paket sembakonya tidak terlalu banyak tapi saya harap ini bisa menjadi berkat bagi masyarakat nasrani yang merayakan hari Natal dan Tahun baru,” ujar Ullo.
Disamping itu, Ullo berharap, pos dana yang dialokasikan untuk program penyaluran paket sembako dapat dinaikan. Sehingga, sambung dia, penyaluran paket sembako seperti ini tidak hanya diberikan kepada golongan-golongan tertentu saja.
Tetapi, sambung dia, kalau pos anggarannya mencukupi dapat diserahkan tidak hanya kepada masyarakat nasrani, tetapi juga masyarakat muslim dan masyarakat yang beragama Hindu, Budha dan masyarakat lainnya.
“Kita juga rasa berdosa, kalau tetangga mereka dapat bantuan. Sementara masyarakat lainnya hanya menonton saja, saat ini pembagian paket sembako disesuaikan dengan pos anggaran yang ada di Dinas,” kata Ullo.
Dirinya berharap, usulan dimaksud menjadi catatan penting kedepan bagi para pengambil kebijakan di Pemerintah Kabupaten maupun Provinsi agar dapat melihat pos anggaran khususnya bagi program cadangan pangan di tahun-tahun berikutnya.
“Program ini disesuaikan dengan pos anggaran, sehingga kita hanya lakukan di Kabupaten Fakfak saja. Sedangkan, kabupaten lainnya di Papua Barat belum dilaksanakan, maka diharapkan pos anggarannya dapat diperhatikan,” tandas Ullo. [FSM-R3]




















