Manokwari, TABURAPOS.CO – Kajati Papua Barat, Dr. Harli Siregar meletakkan batu pertama pembangunan kantor Kejati Papua Barat di Arfai, Kabupaten Manokwari, Rabu (13/12).
Menurutnya, peletakkan batu pertama pembangunan kantor Kejati ini merupakan suatu peristiwa dan sejarah, sekaligus secara formil, maka legacy pembangunan kantor akan dimulai.
Dikatakannya, pembangunan akan dilaksanakan di atas tanah seluas 3 hektar, dimana gedungnya akan dibangun 4 lantai dengan konsep arsitektur modern sesuai standar dan kebutuhan ruangan berdasarkan ketentuan seluas 8.506,28 m2 dengan anggaran Rp. 117.335.969,000 yang berasal dari DIPA APBN Kejaksaan Agung (Kejagung).
Dijelaskan Siregar, gedung utama kantor Kejati akan dilaksanakan PT Prambanan Dwipaka dengan KSO PT Fulica Manokwari KSO, waktu pengerjaan selama 390 hari atau sampai 24 Desember 2024 secara multi years.
Dikatakannya, selama ini Kejati Papua Barat berkantor di gedung yang dipinjamkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari sejak Kejati Papua Barat berpisah dengan Kejati Papua.
“Sejarah panjang ini secara institusuinal akan menjadi pegangan dan wujud kesungguhan dalam mewujudkan terbangunnya Kejati Papua Barat dari sisi fisik dan akan menjadi legacy bagi institusi Adhyaksa,” katanya.
Ditegaskannya, pembangunan fisik memang baik, tetapi jauh lebih baik juga pembangunan sumber daya manusia dan harus ada komitmen menjadi garda terdepan dalam penegakkan hukum di tanah Papua.

Ia mengatakan, kemegahan secara fisik bangunan harus diimbangi kemampuan insan Adhyaksa dalam memainkan peran dan menjalankan tugas dan fungsinya.
“Harus disadari bahwa negara hadir memberikan fasilitas dengan kemegahan dan seluruh keberadaannya, maka ada tuntutan yang harus dilakukan, setidaknya memberikan kontribusi terbaik yang ada pada diri masing-masing dengan menjunjung tinggi semangat integritas dan pengabdian yang terbaik,” harapnya.
Ketua panitia yang juga Asisten Pembinaan (Asbin) Kejati Papua Barat, Abdur Kadir mengatakan, peletakkan batu pertama ini pertanda pembangunan fisik gedung utama Kejati Papua Barat dimulai begitu juga dengan gedung lain.
“Pembangunan ini dilakukan di atas lahan yang sudah bersertifikat atau legal. Kemudian juga sudah ada rumah dinas. Perlu dilaporkan bahwa pembangunan rumah dinas ini diperuntukkan untuk para asisten. Itu nanti akan dilengkapi sarana penunjang lainnya. kita harap rampung sesuai waktu dan tahun berikut kita sudah berkantor di sini,” katanya.
Sementara Direktur PT Fulica Manokwari, V. Julius Lois mengatakan, sebagai member dari PT Fulica dan leader PT Prambanan Dwipaka dari Surabaya, akan bersama-sama dalam pembangunan gedung utama Kejati Papua Barat
Diungkapkannya, proses tender pelelangan yang dilaksanakan di Jakarta melalui Kejagung, beberapa waktu lalu, dimana dalam prosesnya sudah dilakukan dan hasilnya pada awal November 2023 sampai 2 minggu setelah proses evaluasi dan juga hasil yang dicapai serta penandatanganan kontrak pada 29 November 2023.
Menurutnya, ini sebuah kehormatan, sekaligus sebuah tantangan karena dalam 2 2 tahun itu atau multi years, harus diselesaikan tepat pada 24 Desember 2024, tentunya tidak mudah dan membutuhkan kerja sama.
“Kami berharap pengerjaan ini bisa tepat mutu dan tepat waktu. Kami akan menyiapkan alokasi tenaga secara bertahap sampai dengan 300 tenaga, tentu tidak melepaskan dari hal-hal kesehatan, keselamatan kerja. Untuk pekerjaan kami tidak ada libur speed satu kali 24 jam, hanya istirahat berapa jam saja, kemudian lanjut bekerja untuk mencapai hasil yang baik sesuai waktu yang ditentukan,” kata dia.
Serangkaian peletakkan batu pertama ini juga ditandai penandatanganan prasasti oleh Kajati Papua Barat, Dr. Harli Siregar. [AND-R1]




















