Manokwari, TABURAPOS.CO – Puluhan istri anggota Kodam XVIII Kasuari ramai-ramai mengurus administrasi pindah daerah memilih pada Pemilu 2024 di Kantor KPU Kabupaten Manokwari, Jumat (12/1/2024).
Mereka yang mengurus pindah daerah memilih, mayoritas berasal dari luar Manokwari atau antar-provinsi dengan alasan mengikuti tempat suami bertugas.
“Hari ini, ada istri para perwira TNI, Kodam XVIII Kasuari Papua Barat mengurus pindah daerah memilih. Jumlahnya yang dilaporkan ada sekitar 53 lebih,” kata Komisioner Divisi Teknis dan Penyelenggara KPU Kabupaten Manokwari, Sidarman kepada para wartawan di kantornya, Jumat (12/1/2024).
Dijelaskannya, masyarakat, termasuk para istri anggota TNI yang mengurus pindah daerah memilih akan masuk Daftar Pemilik Tetap tambahan (DPTb) di KPU Kabupaten Manokwari.
“Kemarin mereka melapor ke KPU Provinsi, tetapi karena teknisnya, TPS itu ada di wilayah kabupaten, makanya mendaftar di KPU Kabupaten Manokwari,” katanya.
Ditambahkannya, para istri anggota TNI ini akan dilihat tempat tinggalnya di Manokwari untuk disesuaikan dengan TPS. Sidarman menambahkan, jumlah istri para anggota TNI yang mengurus pindah daerah memilih tersebut tidak menambah jumlah DPT Kabupaten Manokwari atau secara nasional untuk Pemilu 2024.

“Mereka ini sebenarnya sudah terdaftar, terdata sebagai DPT di daerah awal. Cuma karena pada hari H nanti tidak bisa mencoblos di daerahnya, maka mengurus pindah daerah memilih,” jelas Sidarman.
Divisi Teknis dan penyelenggara KPU Kabupaten Manokwari ini menambahkan, warga yang pindah daerah memilih antar-provinsi, seperti para istri anggota TNI dari Kodam XVIII Kasuari, sesuai ketentuan hanya bisa memilih presiden dan wakil presiden.
Sementara itu, DPTb karena pindah antar-kabupaten, tetapi masih satu provinsi, bisa mengikuti Pilpres, DPD, DPR, dan DPR Provinsi, terkecuali DPRD kabupaten/kota, karena beda daerah pemilihan.
Sementara itu, Ketua Persit KCK Daerah XVIII Kasuari, Ny. Vera Ilyas Alamsyah menjelaskan, pengurusan pindah daerah memilih dari puluhan istri prajurit Kodam, karena saat pencoblosan kemungkinan masih di Manokwari.
Di samping itu, sebagai warga negara yang taat aturan, diwajibkan untuk ikut menyukseskan pesta demokrasi yang diselenggarakan setiap lima tahun sekali itu.
“Tadi kita ada sekitar 35 orang dan tidak menutup kemungkinan ada tambahan. Ini kita memenuhi kewajiban sebagai warga negara, untuk menyalurkan hak pilih,” ujar Vera Alamsyah. [SDR-R1]




















